Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Belum Pulih, Omzet Pedagang Ikan Setonobetek Turun 75 Persen

Setelah Dipindah ke Halaman Blok A

20 November 2020, 15: 30: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

BARU PINDAH: Lapak pedagang ikan di halaman blok A Pasar Setonobetek (19/11). Pedagang masih butuh sosialisasi kepada pelanggan lamanya.

BARU PINDAH: Lapak pedagang ikan di halaman blok A Pasar Setonobetek (19/11). Pedagang masih butuh sosialisasi kepada pelanggan lamanya. (DEVIN R. DWINANTIKA-jp radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Dua minggu pasca-pemindahan ke halaman blok A, omzet jualan para pedagang ikan Pasar Setonobetek belum pulih. Sebagian bahkan turun hingga 75 persen.

Itu seperti dialami Jumadi alias Jonet. “Biasanya ya sehari bisa habis 30 kilogram, sekarang cuma bisa habis 8 kilogram,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri, Rabu (18/11).

Jumadi mengaku, sebenarnya lokasi berdagang sekarang lebih nyaman. Sebab, halaman blok A yang baru selesai direhab pada 2018 lalu itu bersih. Lapak-lapak sementara yang disediakan oleh pengelola pasar juga leluasa untuk berjualan. Sebab, tidak ada sekatnya seperti di blok D, di belakang, dulu.

Cuma, pelanggannya masih banyak yang belum mengetahui. “Masih perlu terus sosialisasi,” katanya. Untuk pelanggan yang punya nomor WA, dia hubungi melalui nomor tersebut. Bagi yang tidak punya, Jumadi biasanya titip pesan kepada pelanggan yang datang ke lapaknya untuk memberitahukan kepada yang lain.

Makanya, dia optimistis, omzetnya akan kembali lagi. “Memang butuh waktu untuk sosialisasi,” tandas Jumadi. Akan tetapi, dia berharap kondisi lapak ada perbaikan. Khususnya untuk saluran pembuangan air bekas mencuci ikan agar disediakan. “Selama ini ya langsung dibuang di aspal seperti ini,” terangnya sambil menunjukkan buangan air bekas mencuci ikan di jalan.

Upaya menyosialisasikan lokasi jualan yang baru juga terus dilakukan Ningsih alias Bu Andik. Meskipun, omzet jualannya tidak terlalu terpengaruh oleh pemindahan tersebut. “Ya biar lebih banyak yang tahu,” katanya yang dalam sehari bisa menjual 5-10 kilogram ikan berbagai jenis. Dia juga menjual ikannya secara online.

Seperti Jumadi, Ningsih mengakui lokasi sekarang lebih nyaman. Sebab, tidak ada tembok-tembok yang menyekat. Sehingga lebih leluasa dalam menata dagangan maupun melayani pembeli.

Novia, salah satu pembeli ikan, merasakan hal serupa. Di halaman blok A, jauh lebih bersih dibanding di blok D. Dia mengaku tidak kesulitan untuk mencari pedagang langganannya. “Tadi tahu pindah ke sini setelah tanya orang di belakang,” akunya.

Shaenudin, koordinator Pasar Setonobetek, yang diwawancarai di salah satu warung blok A mengungkapkan, sebenarnya sejak awal los ikan dan daging ditempatkan di lantai 1 blok A. Sementara, pedagang konveksi di lantai dua.

Akan tetapi, pedagang konveksi menolak karena khawatir tidak laku. Mereka memilih berjualan di lantai 1. “Nah, karena sepi, pedagang ikan mau kita pindahkan ke sini (lantai 1, Red) agar ramai. Tapi ditolak juga (oleh pedagang konveksi),” kata Shaenudin.

Para pedagang konveksi itu khawatir dagangannya terkena bau amis ikan. Meskipun, sudah ada saluran pembuangan air bekas mencuci ikan. “Jadi, terpaksa dipindah ke halaman,” lanjut Shaenudin.

Menurut dia, pemindahan pedagang ikan ke halaman blok A itu hanya bersifat sementara. Yang penting, seperti tujuannya, blok A ramai dulu. Apakah nanti mereka dipindahkan ke lantai 1 blok A sebagaimana rencana awal, akan melihat perkembangan berikutnya. (c1/hid)

(rk/jpr/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia