Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Toko Sariwangi di Kediri Terbakar, Ini Sebabnya

Butuh Waktu 2 Jam, Sempat Ada Kebakaran Susulan

20 November 2020, 13: 07: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

Kebakaran

KERJA KERAS: Petugas pemadam berupaya memadamkan kobaran api di Toko Sariwangi Kediri. (Fajar Rahmad - radarkediri)

Share this          

Kota, JP Radar Kediri - Kamis malam (19/11) toko parfum Sariwangi di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Setonopande dilalap si jago merah. Saking besarnya api membuat tim pemadam kebakaran butuh waktu dua jam sebelum api dipadamkan. Bahkan sempat terjadi kebakaran susulan Jumat dini hari (20/11) meski kobaran api akhirnya kembali berhasil dijinakkan setengah jam kemudian.

Kebakaran sendiri diketahui sekitar pukul 22.30. Saat itu, warga melihat titik api mulai membesar di bagian atas toko. Sejumlah warga yang melintas dan berada di dekat toko itu sempat panik.

Menurut Ziad Basultana, 43, pemilik toko, saat itu tokonya telah tutup. Dia mengaku bahkan sudah berada di rumah. Ketika itu tiba-tiba pada pukul 22.30, dia dihubungi seorang karyawan dari warung makan sebelah toko parfum miliknya. Dia dikabari tokonya kebakaran. Ziad langsung menuju lokasi kejadian.  Ketika sampai, ia melihat petugas PMK telah berada di lokasi.

“Toko tutup sejak pukul 21.00 dan sudah tidak ada aktivitas lagi di dalam toko. Saya kaget mendengar kabar kebakaran toko saya,” ujar Ziad yang ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Ziad, kebakaran di tokonya kemungkinan berasal dari lantai tiga. Di mana di lantai itu merupakan gudang parfum. Dia mengatakan juga ikut mengecek ke dalam tokonya. Ziad melihat api berasal dari atap ruang gudang itu. Plafon dari ruang itu jatuh dan api merembet ke bawah karena terdapat bahan etanol yang mudah terbakar.

Petugas PMK cukup kesulitan menangani kebakaran ini banyak bahan mudah terbakar. Apalagi lokasinya juga cukup tinggi. Api juga semakin membesar ketika melalap lantai dua. “Saya menduga penyebab kebakaran ini karena ada korselting listrik di lantai tiga,” terang Ziad.

PMK Kota Kediri mengerahkan tiga mobil pemadam kebakaran. Bahkan karena cukup kewalahan, satu mobil pemadam milik PT. Gudang Garam juga turut diperbantukan.

 “Petugas PMK sangat berhati-hati karena banyak materia yang mudah terbakar. Seperti etanol, plastik dan kardus. Sehingga penangan harus hati-hati dan penuh perihtungan,” kata Kepala PMK Kota Kediri Fanni Eryanto yang dihubungi lewat telepon.

Fanni mengungkapkan bila pukul 02.30 WIB timbul kebakaran susulan yang masih berada di lantai tiga. Hal ini terjadi karena masih terdapat kardus-kardus yang terbakar. Satu mobil PMK langsung turun untuk memadamkan, setengah jam api bisa dijinakkan.

“Menurut pemilik toko kerugian dari kebakaran ini mencapai Rp 60 juta. Karena banyak bahan parfum dan bangunan yang terbakar,” terang Fanni. (jar)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia