Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Percantik Kota Angin, Tanam Ratusan Tabebuya

Rekanan Lakukan Perawatan Selama Enam Bulan

20 November 2020, 12: 12: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

Kota

PENGHIJAUAN: Perwakilan dinas LH menanam pohon tabebuya di Jl Semeru, Desa Tanjungrejo, Loceret. Total ada ratusan batang pohon asal Brazil itu yang ditanam di sana. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Kota Angin terus berbenah. Jika dinas perumahan rakyat, kawasan perumahan dan permukiman (DPRKPP) membangun pedestrian di sepanjang Jl Ahmad Yani Kota Nganjuk, dinas lingkungan hidup (LH) menanam ratusan batang pohon tabebuya di sejumlah lokasi. Akhir tahun depan bunga dari Brazil itu diperkirakan sudah mulai bermekaran.

Pantauan koran ini, bunga tabebuya salah satunya ditanam di sepanjang Jl Semeru, Desa Tanjungrejo, Loceret. Ruas jalan sepanjang sekitar 1,6 kilometer itu ditanami tabebuya yang masing-masing berjarak sekitar enam meter. “Penanaman tabebuya ini untuk penghijauan,” ujar Kepala Dinas LH Nganjuk Tri Wahju Kuntjoro melalui Kasi Pencemaran Lingkungan Didik Sujarwo.

Ditemui kemarin, Didik mengatakan, penanaman tabebuya sudah berlangsung sekitar seminggu terakhir. Kemarin, tinggal sekitar 50 batang pohon tabebuya yang belum ditanam.

Kota

BUTUH PENGAWASAN: Pekerja menyelesaikan penanaman pohon tabebuya di Jl Semeru. Selama enam bulan ke depan, ratusan batang pohon itu masih akan diawasi. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Mengapa tabebuya ditanam di Jl Semeru? Didik menyebut dinas LH memiliki beberapa pertimbangan. Salah satunya, ruas jalan tersebut dinilai masih terlalu panas. Berdasar evaluasi dinas LH, mereka melihat beberapa pohon hijau di sana yang gundul karena ditebangi.

Selain Jl Semeru, menurut Didik sebenarnya dinas LH sempat berencana menanam tabebuya di Jl Kartini. Tetapi, penanaman pohon di sana dibatalkan karena LH menilai ruas jalan tersebut masih butuh perbaikan. Sehingga, perkembangan tabebuya rawan terganggu. “Akhirnya ditanam di Jl Semeru. Selain untuk menjaga kerindangan juga untuk keindahan,” lanjut pria berbaju kuning itu.

Dikatakan Didik, saat ini total ada sekitar 500 pohon dari total 562 pohon yang harus ditanam. Untuk perawatannya, dinas LH akan terus melakukan pengawasan selama penanaman. Ke depan, mereka juga akan melakukan pemupukan.

Selama enam bulan ke depan, beber Didik, ratusan batang pohon tabebuya itu tetap akan diawasi. Jika ada yang rusak atau layu, penanam pohon atau rekanan yang memenangkan pengadaan tabebuya hraus melakukan penggantian. “Diganti dengan bibit yang baru,” terangnya.

Didik menjelaskan, total jalan yang ditanami tabebuya sepanjang sekitar tiga kilometer. Selain di Jl Semeru, tabebuya juga ditanam di Desa Sukorejo, Loceret. “Pokoknya ini nanti seluruh ruas Jl Semeru, belok ke timur sampai pertigaan. Ke barat juga notok,” jelasnya.

Terpisah, Suprianto, 55, salah satu warga mengaku senang dengan penanaman tabebuya di lingkungannya. “Nanti jadi semakin rindang,” paparnya berharap keberadaan tabebuya di sana tidak merusak jalan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia