Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Rapid Masal, Enam Pegawai Disdik Reaktif

20 November 2020, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

NONREAKTIF: Kabid Ketenagaan Disdik Nganjuk Sri Handariningsih menunjukkan hasil tes cepat dirinya kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dinas Pendidikan Nganjuk merespons cepat adanya tiga pegawai yang positif Covid-19. Kemarin mereka menggelar rapid test masal. Dari total 87 orang yang mengikuti tes cepat kemarin, dua di antaranya dinyatakan reaktif. 

Plt Kepala Disdik Samsul Huda melalui Kabid Ketenagaan Disdik Sri Handariningsih mengatakan, total pegawai disdik sebanyak 107 orang. Puluhan pegawai tidak mengikuti tes cepat kemarin karena mereka telah melakukan tes mandiri sebelumnya.

Terkait hasil tes yang menyatakan dua orang reaktif, Handariningsih mengungkapkan, mereka langsung diminta melakukan isolasi mandiri di rumah. Selanjutnya, dua pegawai yang hasil tesnya reaktif kemarin langsung diserahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19. “Kami menunggu tindak lanjut dari GTPP,” ujar perempuan yang akrab disapa Han ini.

Korona

Perkembangan Covid-19 di Nganjuk (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Sesuai rencana, data pegawai yang reaktif akan disampaikan ke puskesmas sesuai alamat tempat tinggal masing-masing. Selanjutnya, mereka yang reaktif ini akan dites usap untuk memastikan statusnya apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

Dikatakan Han, dengan rapid test kemarin, disdik memang tidak perlu di-lockdown. Sebab, status ratusan pegawai di sana sudah diketahui. “Untuk pencegahan kami juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan,” terang Han sembari menyebut ruangan bidang ketenagaan sudah beberapa kali disemprot sejak ditemukan kasus positif di sana.

Langkah pencegahan lain, beber perempuan berkacamata ini, agenda rapat yang awalnya direncanakan digelar di disdik akan dipindah ke tempat lain. Bahkan, ada pula kegiatan yang awalnya tatap muka kemudian diubah lewat virtual. Semua itu dilakukan untuk mencegah penularan atau meluasnya Covid-19.

Untuk diketahui, selain dua orang yang dinyatakan reaktif kemarin, sebelumnya ada empat pegawai yang dinyatakan reaktif setelah melakukan tes mandiri. Seperti halnya dua pegawai yang dinyatakan reaktif kemarin, empat pegawai yang reaktif lebih dulu itu diminta untuk isolasi mandiri sembari menunggu jadwal tes usap.

Seperti diberitakan, tiga pegawai dinas pendidikan dinyatakan terpapar Covid-19. Dua pegawai tertular teman satu kantornya yang baru saja melakukan perjalanan dari luar kota.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Nganjuk terus bertambah. Kemarin,  kembali ada tambahan tujuh pasien terkonfirmasi baru. Mereka adalah perempuan berusia 57 tahun asal Berbek yang dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk. Kemudian, laki-laki berusia 52 tahun asal Kertosono yang dirawat di RSUD Kertosono.

Selanjutnya, perempuan berusia 71 tahun asal Rejoso dan perempuan berusia 56 tahun asal Tanjunganom yang dirawat di RSUD Nganjuk. Ada pula perempuan berusia 48 tahun asal Baron yang dirawat di RSUD Kertosono. Serta, perempuan berusia 56 tahun asal Ngronggot yang dirawat di RS HVA Toeloengredjo Pare. Terakhir perempuan berusia 39 tahun asal Jatikalen yang menjalani isolasi mandiri.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto menjelaskan, temuan kasus Covid-19 dari Jatikalen itu membuat 20 kecamatan di Nganjuk sudah ditemukan kasus korona. Dia pun meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Jatikalen yang dulu zero kasus, sekarang sudah ada satu kasus,” terang Hendri.

Terpisah, Camat Jatikalen Johansyah Setiawan yang dikonfirmasi tentang kasus pertama Covid-19 di sana mengatakan, pasien pertama tersebut berprofesi sebagai bidan. Terkait pilihannya menjalani isolasi mandiri, menurut Johan hal itu dilakukan karena dia memahami cara penanganannya.

Yang dilakukan pihak kecamatan, menurut Johan adalah melakukan tracing atau pelacakan. “Ada 18 kader kesehatan di Kecamatan Jatikalen yang di-tracing,” beber Johan.

Dari hasil rapid test, belasan orang tersebut dinyatakan nonreaktif. “Tidak ada yang reaktif, tapi tetap kami lakukan pengawasan,” lanjutnya sembari menyebut sang bidan tertular dari suaminya yang bekerja di luar kota.

Untuk diketahui, dengan penambahan tujuh kasus kemarin, total kasus Covid-19 di Nganjuk mencapai 686 orang. Sebanyak 575 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Jumlah pasien sembuh bertambah setelah kemarin juga ada tiga orang yang dinyatakan pulih.

Mereka adalah laki-laki berusia 39 tahun asal Rejoso, perempuan berusia 50 tahun dan laki-laki berusia 49 tahun asal Berbek. Meski ada tiga pasien yang sembuh, Hendri menyebut kemarin juga ada dua pasien yang dinyatakan meninggal dunia. Yaitu, perempuan berusia 57 tahun asal Berbek, dan perempuan berusia 48 tahun asal Baron. “Keduanya meninggal tanggal 17 November, tetapi hasil swab baru keluar hari ini (kemarin, Red),” sambung Hendri lagi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia