Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
Program Provinsi Distop

Bantuan Beras Berkurang Lima Kilogram

Pemkab Lakukan Pemerataan

20 November 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Bansos

RINGANKAN BEBAN: Warga mengambil beras bantuan terdampak Covid-19 di kantor Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk. Total ada ratusan KK warga di sana yang mendapat bantuan dari Pemrov Jatim dan Pemkab Nganjuk. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Bantuan sosial (bansos) Covid-19 berupa beras dari Pemkab Nganjuk terus dilanjutkan November ini. Meski demikian, tiap kepala keluarga (KK) tidak lagi menerima 20 kilogram. Melainkan berkurang menjadi 15 kilogram. Pengurangan dilakukan untuk pemerataan penyaluran bantuan setelah program serupa dari Pemprov Jatim tidak lagi berlanjut.

Untuk diketahui, total penerima bantuan beras Covid-19 dari Pemkab Nganjuk sebanyak 20 ribu KK. Selanjutnya, sebanyak 10 ribu lainnya menerima bantuan beras dari Pemprov Jatim.

Jika program bantuan beras dari Pemkab Nganjuk tetap berlanjut hingga Desember nanti, program serupa dari Pemprov Jatim sudah berhenti. Karenanya, untuk mencegah gejolak, pemkab memutuskan mengurangi jumlah beras yang disalurkan untuk sekitar 20 ribu KK. “Lima kilogram beras yang dikurangi itu dibagikan untuk KK yang sebelumnya menerima bantuan dari Pemprov Jatim,” ujar Sekda Nganjuk Mokhamad Yasin.

Dengan cara demikian, total 30 ribu warga Nganjuk yang sejak awal menerima bantuan beras tetap bisa mendapatkan bantuan tersebut hingga Desember nanti. Di luar 20 ribu KK penerima manfaat, Yasin menyebut total ada 36 ribu KK yang mendapat bantuan beras.

Apakah bantuan serupa akan disalurkan tahun depan? Ditanya demikian, Yasin menyebut bantuan beras kemungkinan besar ditiadakan. Sebab, anggaran pemkab tidak mencukupi. “Sampai sekarang (kemarin, Red) belum ada rencana untuk melanjutkan bansos tahun depan,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinsos PPPA Nganjuk Nafhan Tohawi melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Trisno Susilo menambahkan, selain puluhan ribu warga di pedesaan, ada sekitar lima ribu KK warga di kelurahan yang akan mendapat bantuan.

Jika warga di ratusan desa di Nganjuk sudah menerima bantuan untuk kali kesekian, warga di kelurahan baru akan menerima bantuan pertama kali. “Baru disalurkan November ini,” kata Trisno.

Salah satu kelurahan yang mendapat bantuan adalah Kelurahan Kauman, Nganjuk. Di sana ada 372 kelompok penerima manfaat yang mendapat bantuan beras. Lurah Kauman Agung Kurniawan menjelaskan, hingga kemarin belum semua warga mengambil bantuan di kelurahan.

Sedikitnya masih ada 11,16 ton beras yang ada di gudang kantor kelurahan. “Warga yang belum mengambil beras bisa langsung datang ke kelurahan. Sudah kami umumkan,” terang mantan ajudan Bupati Novi Rahman Hidhayat ini.

Pantauan koran ini kemarin, pengambilan beras di Kelurahan Kauman masih terus dilakukan. Warga hilir mudik mengambil satu sak beras bantuan terdampak Covid-19 di sana untuk alokasi September dan Oktober.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia