Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case

Disparporabud Kuatkan SDM di Kawasan Selingkar Wilis

Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Wisata

20 November 2020, 10: 11: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

Desa

RINTIS DESA WISATA: Sekretaris Disparporabud Nganjuk Itsna Shofiani (3 dari kanan) bersama tiga narasumber dari Desa Wisata Institute (DWI) memberikan materi dalam penguatan SDM pengembangan pariwisata di Balai Desa Blongko, Ngetos Rabu (18/11) lalu. (Syahrul Andry Wahyudi - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disparporabud) Nganjuk berupaya mengembangkan pariwisata di kawasan Selingkar Wilis. Khususnya mengembangkan pariwisata desa menjadi desa wisata. Karenanya, disparporabud memberi penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk menyukseskan program tersebut.

Disparporabud memilih dua desa untuk menyukseskan program yang berada di salah satu proyek strategis nasional itu. Yakni, Desa Blongko, Ngetos, dan Desa Bajulan, Loceret.

Sebagai tindak lanjut, disparporabud menyelenggarakan penguatan SDM untuk pengembangan pariwisata desa menjadi desa wisata di Balai Desa Blongko, Ngetos selama dua hari. Yakni, Rabu (18/11) lalu hingga kemarin.

Desa

MENIMBA ILMU: Puluhan warga mengikuti acara penguatan SDM pariwisata di Balai Desa Blongko, Ngetos. (Syahrul Andry Wahyudi - radarkediri.id)

Dalam sambutannya, Sekretaris Disparporabud Nganjuk Itsna Shofiani mengatakan, kedua desa tersebut memiliki potensi yang sangat luar biasa. Baik potensi wisata, seni maupun budaya. Apalagi, akan berlangsung proyek strategis nasional Selingkar Wilis di sana.

Melihat potensi tersebut, pihaknya mendorong masyarakat  desa setempat untuk mengambil peluang. Caranya dengan mengembangkan pariwisata desa menjadi desa wisata.

“Potensi ini ayo kita tangkap dan manfaatkan. Kita bentuk desa wisata. Agar nanti orang tidak hanya lewat di sini. Namun juga berwisata. Dan dampaknya tentu bagi ekonomi warga,” ujarnya membuka acara mewakili Kepala Disparporabud Nganjuk Fadjar Judiono.

Untuk diketahui, dalam acara itu Disparporabud Nganjuk mengundang Desa Wisata Institue (DWI) menjadi narasumber. Ada tiga orang perwakilan DWI yang hadir.

Pertama, Doto Yogantoro. Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Sleman ini menyampaikan pemahaman desa wisata. Kemudian, Tri Harjono, pengelola Desa Wisata Bleberan, Gunung Kidul yang  memberi materi tata kelola desa wisata dan pengelolaan wisata model BUMDes. Selain itu, ada pula Andi Irawanto, pengelola Desa Wisata Jethak II Sleman yang menyampaikan tata kelola desa wisata dan paket wisata sebagai produk desa wisata.

Pada hari kedua, Kepala Disparporabud Nganjuk Fadjar Judiono turut menjadi narasumber dengan tema kebijakan pemerintah di bidang pariwisata. Serta Sekretaris Disparporabud Nganjuk yang menyampaikan materi perencanaan wisata desa beserta diskusinya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia