Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case

Bunuh Bakteri Limbah Medis dengan Medical Waste Storage

CV Abriantama Indosa Paparkan Produk Terbaru

22 Oktober 2020, 15: 19: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

CV

EFEKTIF: Direktur CV Abriantama Indonusa Totok Darmanto mempresentasikan Medical Waste Storage atau alat penyimpanan limbah medis di dinkes. (Syahrul Andry Wahyudi - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pengelolaan limbah medis kerap kurang diperhatikan. Padahal, limbah tersebut sangat berbahaya dan berisiko menularkan penyakit jika tidak tertangani dengan baik. CV Abriantama Indosa hadir memberi solusi. Kemarin, CV Abriantama Indosa mengenalkan produk terbarunya bernama Medical Waste Storage bersama dinkes di depan seluruh kepala puskesmas di Kota Angin.

Direktur CV Abriantama Indosa Totok Darmanto mengungkapkan, pengelolaan limbah medis telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 101/2014. Karenanya, limbah medis harus mendapat perlakuan khusus. Mengingat tingginya risiko yang berasal dari limbah tersebut. Terutama bagi puskesmas maupun fasilitas layanan kesehatan.

Medical Waste Storage, lanjut Totok, merupakan lemari penyimpanan limbah medis. Alat tersebut mampu menetralisir dan menghilangkan udara penuh bakteri yang ditimbulkan dari limbah medis.

CV

BUNUH KUMAN: CV Abriantama Indosa turut memamerkan Set Green Air (SGA) yang terbukti efektif membersihkan udara ruangan. (Syahrul Andry Wahyudi - radarkediri.id)

“Biasanya fasilitas kesehatan akan memisahkan antara limbah medis dan nonmedis sebelum diangkut menuju tempat pembuangan. Fungsi alat ini adalah menampung selama masa tunggu diangkut. Sehingga aman dan bakteri akan hilang,” ujar Totok.

Bagaimana cara kerja alat ini? Totok menjelaskan, alat buatannya memiliki reaktor yang membentuk partikel-partikel kecil. Partikel tersebut yang kemudian menghasilkan ion. “Sesuai uji laboratorium indikator udara di dalam mesin ini berada pada kondisi sangat baik. Membuktikan bahwa bakteri dari limbah medis ini mati,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Medical Waste Storage miliki tiga jenis ukuran. Mulai 0,5 meter kubik, 1 meter kubik, 1,5 meter kubik hingga 2 meter kubik. Adapun material yang digunakan berasal dari PVC. Sehingga lebih ringan dan tahan korosi.

Medical Waste Storage telah mendapat registrasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanann RI dengan nomor 121/TRL/Reg.1/KLHK tentang Teknologi Ramah Lingkungan.

Medical Waste Storage telah diuji coba di Puskesmas Rejoso. Kemudian mengikuti uji di laboratorium Persada Laboratory Mojokerto dengan hasil nitrogen < 29,6; sulfur oksida < 35,933; karbon monoksida < 1.000; karbon dioksida < 1; TVOC 1,546 dan formadehied< 10.

Selain mengenalkan Medical Waste Storage, dalam kesempatan itu CV Abriantama Indosa juga mengenalkan Set Green Air (SGA). SGA adalah alat pemurni udara ruangan karya CV Abriantama Indosa.

SGA tidak memakai hepa filter, sinar ultra violet dan disinfektan berbahan kimia. Sitem kerjanya dengan menyedot berbagai virus, partikel maupun asap menggunakan reaktor chamber. Kemudian menghasilkan ion-ion oksigen yang baik untuk dihirup.

SGA telah mengikuti uji di laboratorium Teknik Lingkungan Universitas Airlangga. Hasilnya adalah sulfur dioksida 0,0026; nitrogen dioksida < 0,0032; oksidan 0,013: hidrogen sulfida < 0,012: amonia  0,0033; karbon monoksida < 1. Selain itu SGA juga telah mengikuti riset di Balai Besar Laboratorium Kesehatan di RS Pusati Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta. Hasilnya, SGA memenuhi standart yang dipersyaratkan.

CV Abriantama Indosa telah teregistrasi di Kementerian LKH dengan No: TRL122/TRL/Reg-1/LHK. Hotline CV Abriantama Indosa di nomor 082141066003.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia