Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
Korona

3 di Kota, 2 di Kabupaten

22 Oktober 2020, 11: 25: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

dampak-corona-virus-572x286.jpg

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Kasus positif Covid-19 di Kota Kediri kembali mengalami penambahan. Tiga orang yang masih satu keluarga dilaporkan terpapar Covid-19. Keluarga ini beralamat di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota.

“Semuanya merupakan transmisi lokal,” terang Wali Kota Abdullah Abu Bakar kemarin.

Ketiganya diduga terpapar karena ada satu anggota keluarga yang lebih dulu terkena. Ketiganya adalah anggota keluarga dari kasus ke-213.

Berdasarkan keterangan Abu, ketiganya kini telah mendapatkan perawatan intensif. Mereka menjalani isolasi di RS Kilisuci Kota Kediri.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Triyono Kutut Purwanto mengatakan pihaknya akan melakukan pencairan bansos sahabat tahap 4 mulai hari ini. Namun untuk mengurai potensi kerumunan antrean pihaknya melakukan penambahan loket layanan.

“Kami berupaya agar pada saat pencairan tidak sampai ada kerumunan,” tutur Kutut.

Tambahan loket pencairan tersebut terdapat di masing-masing kecamatan. Untuk Kecamatan Mojoroto pencairan dilakukan di Kelurahan Gayam pada 22 dan 23 Oktober 2020. Lalu di Kecamatan Kota pencairan dilakukan di Kelurahan Manisrenggo tanggal 22 Oktober 2020 saja.

“Sedangkan di Kecamatan Pesantren diselenggarakan di Kelurahan Bawang pada tanggal 23 Oktober 2020,” sambungnya.

Di Kabupaten Kediri, dua orang dinyatakan positif Covid-19 kemarin (20/10). Satu di antaranya meninggal dunia. “Pasien yang meninggal ini berasal dari Desa Ploso, Kecamatan Mojo,” terang Jubir GTPP Covid-19 dr Ahmad Chotib.

Pasien berjenis kelamin laki-laki itu sempat mendapatkan perawatan di RS Darmo Surabaya. Sebelum dinyatakan positif, laki-laki berusia 70 ini meninggal pada 17 Oktober. Sementara itu, hasil swab yang dinyatakan positif ini baru keluar pada Selasa (20/10).

Sedangkan satu pasien lain dinyatakan positif berasal dari Kelurahan Pare. “Saat ini pasien berjenis kelamin perempuan ini sedang melakukan perawatan di RSKK Kabupaten,” imbuhnya.

Chotib menambahkan, perempuan berusia 67 tahun ini mulai masuk rumah sakit pada tanggal 18 Oktober. Pasien tersebut melakukan perawatan dikarenakan mengeluh sakit pinggang, dan merasa lemas. Ketika masuk wanita ini melakukan tes rapid, yang hasilnya dinyatakan reaktif. Karena hasil tes rapid reaktif, pada tanggal 19 Oktober langsung dilakukan tes swab.

Setelah dinyatakan positif, petugas langsung melakukan tracing terkait siapa saja yang melakukan kontak. Dari hasil tracing sementara, terdapat empat orang yang melakukan kontak. “Sementara mereka melakukan isolasi mandiri, sebelum dilakukan tes,” ungkap Chotib.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia