Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

BPUM Cair, Banyak Penerima yang Tak Tahu

Gelombang III Dibuka

21 Oktober 2020, 12: 21: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

Saimun

URUNG DAFTAR: Saimun, 66, warga Kelurahan Begadung, Nganjuk menunjukkan surat keterangan usaha kecil yang didapat dari keluharan. Dia urung mendaftar BPUM kemarin karena datang terlambat. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK,JP Radar Nganjuk-Pelaku usaha mikro yang mendaftar sebagai calon penerima Bantuan Produktif Usaha  Mikro (BPUM) agaknya harus sering mengecek rekening mereka. Pasalnya, bantuan dari pusat untuk para pelaku UMKM itu sudah mulai dicairkan sejak beberapa bulan lalu. Terutama untuk yang mengajukan di gelombang pertama.

Seperti diakui Sulastri, 51. Perempuan asal Desa Suru, Ngetos ini mengaku mendaftar BPUM gelombang pertama. Setelah menunggu beberapa bulan, ternyata pemilik usaha makanan ringan ini termasuk salah satu pelaku usaha kecil yang dinyatakan lolos dan menerima uang Rp 2,4 juta.

“Saya tidak tahu kalau uang sudah ditransfer ke rekening. Baru tahu kemarin (Senin lalu, Red),” ujar Sulastri sembari menyebut dirinya diberitahu Freddy Jefri, pendamping pelaku usaha mikro.

Setelah dia mencetak rekening, diketahui jika bantuan senilai Rp 2,4 juta itu sudah masuk ke rekening sejak Agustus lalu. Perempuan tua itu pun langsung mengambil bantuan ke bank karena takut uang yang diterimanya bisa hangus.

Dari total bantuan Rp 2,4 juta, hanya Rp 2 juta yang diambil. Adapun Rp 400 ribu lainnya disisakan di rekening. Rencananya uang tersebut baru akan diambil bulan depan.

Tidak jelasnya pengumuman pencairan bantuan untuk para pelaku UMKM ini lantas disikapi oleh Freddy dan pendamping lain. Mereka meminta para pelaku UMKM yang mengajukan bantuan mengecek informasi nama-nama yang lolos di Eform.bri.co.id/bpum. Sehingga, para pengusaha mikro mengetahui apakah mereka lolos dalam program bantuan tersebut atau tidak.

“Kasihan saja sama teman-teman pelaku usaha ini, mereka tidak dikabari kalau sudah cair. Padahal mereka sangat butuh,” jelas Freddy berharap ada pemberitahuan yang jelas terkait bantuan tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakerkop UM) Agus Frihannedy menjelaskan, pemberitahuan pencairan BPUM bukan kewenangan disnakerkop UM. Melainkan, pemberitahuan dari pihak bank.

Jika ada yang tidak tersampaikan, Agus menduga hal itu karena banyak nomor telepon yang sulit dihubungi. Apalagi mereka yang menerima tidak hanya orang di kota, melainkan juga dari pedasaan hingga di wilayah pegunungan.

Yang terpenting menurut Agus adalah bantuan tersebut tersalurkan tepat sasaran dan tanpa ada potongan atau berbayar lainnya. Ditanya tentang kabar yang menyebut bantuan akan hangus jika tidak diambil dalam waktu tiga bulan, pria bertubuh tinggi ini membantahnya. “Tidak benar itu. Bantuan kan sudah masuk ke rekening masing-masing penerima,” bebernya.

Sementara itu, pelaku usaha mikro yang ikut program BPUM masih bisa terus bertambah. Pemerintah pusat membuka gelombang ke tiga untuk membantu pelaku usaha mikro yang terdampak wabah Covid-19. Saat ini, warga yang mengajukan bisa lewat disnakerkop UM.

“Kami bantu warga untuk memasukan data. Sekarang ada sepuluh personel yang ditugaskan untuk input data,” tandas Agus sembari menyebut pendaftaran gelombang ketiga diperpanjang hingga akhir November nanti.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia