Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sanksi Denda Pelanggaran Protokol Kesehatan Terhenti Sementara

Baru Rp 600 Ribu yang Masuk Kasda

19 Oktober 2020, 11: 27: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

TEGAS: Petugas Satpol PP mengawasi salah seorang pelanggar protokol kesehatan saat melakukan push up di samping Mapolsek Nganjuk Kota, Kamis (15/10) sore lalu. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Para pelanggar protokol kesehatan pemakaian masker kini tidak lagi mendapat sanksi berupa denda. Pasalnya, dalam razia penertiban masker tidak ada lagi mekanisme sidang di tempat untuk menentukan pemberian denda. Sebagai gantinya, pelanggar hanya mendapat sanksi yang lebih ringan.

Sanksi denda untuk warga yang kedapatan tidak memakai masker diterapkan pada September lalu. Dalam razia yang dilakukan oleh tim dari kepolisian, satpol PP, kejaksaan, dan pengadilan itu, para pelanggar akan menjalani sidang di tempat. Yang terbukti melanggar akan dikenakan denda. “Besarnya denda antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu,” ujar Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol PP Nganjuk Sujito.

Dengan total pelanggar yang mencapai ratusan, selama September lalu total uang denda yang disetorkan ke kas daerah (kasda) mencapai Rp 600 ribu. Bulan ini, hampir dipastikan tidak ada lagi setoran denda pelanggaran masker ke kas daerah. Sebab, razia gabungan yang melibatkan kejaksaan dan pengadilan belum digelar lagi.

Prokes

Pelanggaran Prokes (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Sujito menyebutkan, saat ini pihaknya hanya melakukan sosialisasi dan pencatatan pelanggaran dalam razia. Adapun pemberian sanksi berupa denda diakuinya ditiadakan sementara.

Sebab, vonis denda hanya bisa dilakukan oleh hakim dan diputuskan dalam sidang di tempat. " Kami tidak bisa memutuskan harus membayar denda berapa," lanjutnya.

Meski tidak lagi memberikan sanksi berupa denda, menurut Sujito razia penertiban masker masih terus dilakukan. Baik melalui patroli maupun razia stasioner. Tim razia melibatkan satpol PP, Polres Nganjuk, dan TNI.

 Seperti yang dilakukan Kamis (15/10) sore lalu. Razia yang dilakukan di depan Mapolsek Nganjuk Kota itu menjaring sejumlah pelanggar. Warga yang melewati depan mapolsek dan tidak memakai masker langsung dihentikan.

Termasuk pengendara yang memakai masker tidak tepat. Yakni, dengan mengaitkannya di dagu. Tidak menutupi hidung dan mulut. Bahkan, tidak sedikit yang mengalungkan masker di leher. “Kebanyakan memakainya nggak benar,” terang Sujito.

Salah satu warga yang terjaring razia adalah Edi, 44. Pria asal Kelurahan Kramat, Nganjuk yang baru dari sawah itu lupa membawa masker. Dia pun hanya bisa pasrah saat dihentikan oleh tim gabungan.

Saat diberi sanksi melakukan push up, pria yang memakai helm merah ini hanya bisa menurut saja. “Tadi (Kamis lalu, Red) lupa nggak membawa masker,” jelasnya kepada JP Radar Nganjuk usai push up.

Pelanggaran Prokes:

-Enam warung kopi diberi surat karena belum menerapkan protokol kesehatan (prokes).

-Satu pabrik ditutup sementara karena menjadi klaster baru

-Pemberian 300 teguran lisan kepada warga yang tidak membawa masker

-Sanksi kerja sosial menyapu dan memungut sampah kepada 25 warga

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia