Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tubuh Bengkak, Ditemukan Tewas di Hutan Ngluyu

17 Oktober 2020, 12: 40: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

Lansia

MEMBENGKAK: Polisi memeriksa kondisi jasad Djaminah, 90, yang ditemukan di hutan Cabean, Ngluyu kemarin siang. (BPBD Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Teka-teki keberadaan Djaminah, 90, yang menghilang sejak Kamis (8/10) siang akhirnya terjawab kemarin. Mayat perempuan asal Desa Musirlor, Rejoso itu ditemukan di hutan Cabean Ngluyu kemarin siang.

Jasad lansia itu ditemukan sekitar pukul 13.30 oleh seorang penggembala kerbau. “Tubuhnya sudah membengkak dan mengeluarkan bau tak sedap,” ujar Danramil Rejoso Kapten Inf Suwoto.

Untuk diketahui, pencarian Djaminah oleh tim relawan gabungan yang dimulai Sabtu (10/10) dilakukan hingga Kamis (15/10) lalu. Menindaklanjuti pencarian tersebut, kemarin relawan BPBD bersama Koramil Rejoso melakukan penyisiran ulang. Saat melakukan penyisiran tersebut, mereka mendapat kabar penemuan mayat nenek yang memakai kebaya merah dan jarik cokelat.

Mendapati informasi tersebut, anggota koramil dan relawan BPBD langsung mendatangi lokasi penemuan. “Setelah dicek dipastikan jika itu jasad Mbah Djaminah,” lanjutnya.

Relawan BPBD Nganjuk Joko Umbaran menambahkan, lokasi penemuan mayat tidak jauh dari lokasi istirahat para relawan saat pencarian bersama dengan Basarnas Trenggalek. Jaraknya sekitar empat meter. Namun, saat itu tidak ada tanda-tanda kalau ada Djaminah di sana. Bahkan, tidak ada aroma yang menyengat.

Selain jaraknya yang dekat dengan tempat istirahat, titik penemuan jasad Djaminah itu hanya sekitar satu kilometer dari kesaksian warga yang melihatnya terakhir kali. “Arah pencarian sudah benar, tapi memang belum ketemu saja,” lanjut pria yang akrab disapa Dewo itu.

Melihat kondisi mayat yang sudah mengeluarkan bau tak sedap, BPBD lantas melaporkan temuan itu ke Polsek Rejoso. Jasad Djaminah kemudian diperiksa oleh tim Inafis Polres Nganjuk. Selanjutnya, mayat dibawa ke RS Bhayangkara Moestadjab untuk proses visum.

Terpisah, Kapolsek Rejoso AKP Burhanudin menyebut, pihaknya membawa jasad Djaminah ke RS Bhayangkara karena kondisi tubuhnya sudah tidak utuh. Agar tidak membebani keluarga, jasad dibawa ke rumah sakit untuk dimandikan dan diberi kafan sebelum kemudian dibungkus. “Kami beri pemahaman agar keluarga hanya menyiapkan pemakaman dan disalati saja,” terang perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini.

Terkait riwayat kematian Djaminah, Burhan menjelaskan berdasar pemeriksaan luar pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda tindak kriminalitas. “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia