Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Hanya 42 Pasien yang Jalani Perawatan

Kesembuhan Kasus Covid-19 Terus Bertambah

17 Oktober 2020, 12: 38: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Perkembangan Covid-19 di Nganjuk (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Untuk kali pertama selama dua minggu terakhir, di Kabupaten Nganjuk tidak ditemukan kasus terkonfirmasi positif baru kemarin. Sebaliknya, jumlah pasien yang sembuh terus bertambah hingga hanya menyisakan 42 orang yang menjalani perawatan.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk menyebutkan, kemarin kembali ada 10 pasien Covid-19 yang sembuh. Mayoritas mereka adalah pasien yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Darurat Pu Sindok. “Dari Pu Sindok ada enam pasien yang sembuh. Semuanya adalah perempuan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto.

Mereka adalah pasien berusia 55 tahun, pasien berusia 37 tahun, dan pasien berusia 37 tahun, dan pasien berusia 43 tahun. Keempatnya merupakan warga Kota Nganjuk. Selanjutnya, pasien perempuan berusia 50 tahun dan 23 tahun asal Pace.

Empat pasien lain yang menjalani perawatan di RSUD Nganjuk adalah laki-laki berusia 42 tahun asal Nganjuk. Perempuan berusia 22 tahun asal Berbek. Ada pula laki-laki berusia 43 tahun asal Ngronggot, dan laki-laki heruisa 26 tahun asal Prambon. 

Dengan kesembuhan 10 pasien tersebut, jumlah orang yang dirawat di Pu Sindok kini tinggal 13 orang. Adapun di RSUD Nganjuk dan RSUD Kertosono masing-masing hanya merawat tiga orang. “Total jumlah pasien yang dirawat di sejumlah rumah sakit sekarang tinggal 42 orang,” lanjut Hendri sembari menyebut jumlah pasien yang sembuh sebanyak 454 orang.

Sementara itu, meski jumlah pasien yang sembuh terus mengalami peningkatan, kasus kematian karena korona juga bertambah. Sejauh ini sudah ada 61 orang yang meninggal dunia. Terakhir adalah pasien terkonfirmasi 523. Yakni, seorang perempuan berusia 56 tahun asal Prambon.

“Pasien selama ini dirawat di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri,” terang dr Hendri. Dia meninggal, Kamis (15/10) setelah menjalani perrawatan insentif dari rumah sakit. Dokter yang juga menjabat sebagai sekretaris dinas kesehatan ini mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran wabah virus korona ini. Tetap jaga kesehatan dan menjalani protokol kesehatan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia