Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Alisha Gita

Pembuat Desain Enamel Pin yang Mampu Tembus Pasar Luar Negeri

Tanpa Mata dan Mulut, Tetap Ekspresif

17 Oktober 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

UNIK : Alisha sedang memperlihatkan hasil desain enamel pin buatannya.

UNIK : Alisha sedang memperlihatkan hasil desain enamel pin buatannya. (HABIBAH A. MUKTIARA)

Share this          

Desain yang digores Alisha ini terpampang indah dalam enamel pin. Tak sembarang pin. Karena hanya khusus untuk para fandom boyband Korea Selatan. Karyanya pun disukai warga negeri gingseng itu.

HABIBAH A. MUKTIARA, KOTA, JP Radar Kediri

Dengan lihai jemarinya menggerakkan writing pan di papan digital yang ada di pangkuannya. Coretan-coretan tersebut berubah menjadi siluet manusia dengan aneka warna di latar belakangnya. “Gambar siluet ini terinspirasi dari boy grup asal Korea Selatan bernama BTS (Bangtan Boys),” jelas perempuan berusia 24 tahun itu.

Alisha Gita Gumilang, nama lengkap perempuan berkerudung itu. Saat ditemui di kediamannya di Regency Pesona Puncak Permai, Alisha-dia biasa dipanggil- memang sedang menyelesaikan salah satu desainnya.

Meski jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.30, Alisha tetap fokus dengan gambarnya. “Saya kalau menggambar biasanya malam, karena kalau pagi kerja,” terang perempuan yang saat ini bekerja sebagai karyawan PSDKU Politeknik Negeri Malang (Polinema) di Kota Kediri.

Tidak hanya gambaran siluet orang saja, ia juga memadukan latar sesuai dengan imajinasinya. Meski hanya berupa siluet wajah tanpa ada mata dan mulut, tetap saja desainnya terlihat ekspresif karena pemilihan siluet yang tepat. Inilah yang rupanya menjadi kelebihan desainnya.

“Saya menyesuaikan desain ini untuk dibuat enamel pin. Jadi tidak bisa detail-detail sekali. Alat pembuat pinnya yang masih belum mampu sedetail itu. Terlalu kecil,” beber anak bungsu dari dua bersaudara ini.

Ya, karya Alisha itu dicetak menjadi enamel pin. Yaitu aksesoris yang biasanya digunakan untuk hiasan yang disematkan pada kain atau pigura khusus. Tak hanya enamel pin, dia juga mewujudkan karyanya dalam bentuk handle gawai, stiker, gantungan kunci dan pernik-pernik lainnya. Sebagian besar dia membuat desain BTS. Selain dirinya memang salah satu Army (sebutan fans BTS), dia melihat para Army selalu loyal dan royal dengan idolanya. Sehingga rela membeli pernik-pernik BTS dengan harga berapapun. Alisha pun melihatnya sebagai pangsa pasar yang luas.

Yang tak disangka, Alisha yang menjual karyanya di twitter ternyata menarik minat pembeli di luar negeri. Termasuk dari negara asal BTS. “Ada yang pesan dari Taiwan dan Korea Selatan,” tuturnya. Memang, tak hanya unggul di desain, karya Alisha juga unggul di harga. Lebih murah dibanding enamel pin fandom lainnya.

Melihat desainnya yang keren dan menarik itu, siapa mengira kalau Alisha justru baru mengenali bakat menggambarnya secara tak sengaja. “Saya baru tahu punya bakat saat kelas 4 SD. Gara-gara ingin meniru gambar teman,” kenang Alisha seraya tertawa. Dia penasaran melihat gambar temannya yang menurutnya bagus dan lalu praktik menggambar sendiri.

“Ternyata saya bisa dan juga bagus,” terangnya. Yang unik, saat ada lomba menggambar antar SD, Alisha yang saat itu bersekolah di Mataram, bersaing dengan temannya yang memberi inspirasi itu. Ternyata, tak diduganya, saat pengumuman, justru gambarnya yang berhasil menang dan mengalahkan temannya.

Sejak saat itulah, dia aktif menggambar. Semua dilakukannya secara otodidak. Pernah suatu kali, putri dari pasangan Joko Heri Pamungkas dan Siti Kutiah ini diminta mengikuti les menggambar. Tapi, Alisha hanya mengikuti tiga hari karena tidak cocok. Dia pun memilih belajar sendiri.

Hingga saat duduk di bangku SMP, dia mulai mencoba membuat ilustrasi komik. Lagi-lagi, dia mendapat inspirasinya dari temannya. Setelah berhasil menguasai, dia pun menjajal kemampuannya mengikuti lomba komik dengan tema Kabayan. Tak disangka, dia berhasil meraih juara kedua.

Sampai akhirnya, begitu kuliah, dia mencoba membuat desain gambar untuk enamel pin. Meski awalnya iseng karena suka dengan sosok BTS, dia langsung membuat dalam jumlah banyak. “Hitungannya nekat,  kalau banyak kan biaya produksinya rendah. Padahal belum ada yang pesan,” ucapnya. Ternyata, saat diekspose, ternyata banyak yang menyukai desainnya dan ikut membeli.

Dia juga mencoba membuat enamel pin dari boy band Korsel lain yang disukainya. Selain itu dia juga membuat stiker dan handle gawai dengan gambar Chibi, yaitu ikon gambar style Jepang. “Masih coba-coba buat ditawarkan,” pungkasnya. (dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia