Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Oktober Masih Masa Transisi

Curah Hujan Lebih Tinggi, Waspadai Banjir

17 Oktober 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

MENGALIR: Kondisi Sungai Brantas di Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo pada musim kemarau yang terlihat jernih.

MENGALIR: Kondisi Sungai Brantas di Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo pada musim kemarau yang terlihat jernih. (MOCH. DIDIN SAPUTRO/ JP Radar Kediri.)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Cuaca di Kabupaten Kediri akhir-akhir ini mulai tak menentu. Beberapa kali hujan turun dengan intensitas sedang. BMKG menilai hal tersebut terjadi karena Oktober ini masih memasuki pancaroba.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Sawahan, Nganjuk Muh. Chudori menyampaikan, hujan yang mulai terjadi di bulan ini memang karena proses pergantian musim. “Saat ini masa transisi atau peralihan. Belum sepenuhnya masuk musim hujan,” ujarnya.

Tahun ini memang ada pergeseran perubahan musim. Pada bulan Juni lalu misalnya, yang sebenarnya sudah masuk musim kemarau, namun waktu itu masih terjadi hujan.

Yang jelas, ia mengungkapkan bahwa hujan akan turun intensif dan diperkirakan terjadi pada awal November nanti. Sementara pada Oktober ini, ia mengakui bahwa telah ada hujan di beberapa tempat. Namun intensitasnya cenderung sedang. Sementara untuk peralihan musim atau pancaroba ini, kata Chudori akan berlangsung hingga akhir Oktober. “Dari perkiraan BMKG, tahun ini curah hujan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.

Untuk itu, karena tingginya curah hujan, Chudori berharap masyarakat waspada. Terutama di daerah-daerah pegunungan dan di bantaran sungai. Sebab sewaktu-waktu bahaya bisa mengancam.

Tak hanya ancaman angin kencang tetapi juga longsor dan banjir. “Apalagi yang tinggal di dekat tebing, hujan dengan intensitas tinggi perlu diwaspadai karena bisa mengakibatkan tanah longsor,” tambahnya.

Lebih lanjut, untuk tingginya intensitas hujan yang dipengaruhi La Nina tersebut, ia tak bisa memastikan akan terjadi kapan. Yang jelas, ia menyarankan kepada badan kebencanaan di tingkat daerah melakukan persiapan sejak dini. Seperti kesiapan peralatan dan upaya mitigasi.

Tak hanya pemerintah, terkait kondisi perubahan cuaca nanti, dia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Karena cuaca yang tak menentu dalam beberapa pekan ke depan. Meskipun hujan tak datang setiap waktu tapi ancaman bencana banjir dan angin kencang tetap ada.

Sejauh ini, untuk bencana longsor dan banjir, BPBD Kabupaten Kediri telah melakukan pemetaan. Bencana longsor mengancam beberapa kecamatan di Kabupaten Kediri yang berada di lereng gunung seperti lereng Kelud, lereng Anjasmoro dan lereng Wilis.

Sementara lokasi yang menjadi langganan banjir telah dipetakan seperti daerah Desa Nglabak, Kecamatan Banyakan dan seluruh daerah yang lokasinya berada di bantaran sungai. (din/dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia