Jumat, 23 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Angin Kencang Mengancam

Fenomena La Nina, Potensi Terjadi Hujan Lebat

16 Oktober 2020, 16: 39: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

GELAP: Langit di Kabupaten Kediri yang beberapa hari terakhir sering mendung.

GELAP: Langit di Kabupaten Kediri yang beberapa hari terakhir sering mendung. (MOCH. DIDIN SAPUTRO/ JPRK)

Share this          

 KOTA, JP Radar Kediri- Beberapa hari terakhir intensitas angin di Kota Kediri terasa mengalami peningkatan hingga kemarin. Menyikapi potensi bencana tersebut beberapa pohon besar yang ada di Kota Tahu akhirnya dilakukan pemangkasan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Adi Sutrisno. Pemangkasan pohon tersebut dilakukan baik oleh Pemkot Kediri maupun PLN Kota Kediri.

“Kami rutin melakukan pemantauan dan melaporkan temuan lapangan kepada pihak terkait,” ujar Adi kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Lebih lanjut ia mengaku bahwa telah melaporkan beberapa temuan pohon besar yang rawan diterjang angin kencang di Kota Tahu. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup, kebersihan, dan pertamanan (DLHKP) Kota Kediri.

Pihak BPBD melakukan koordinasi tersebut agar DLHKP memangkas ranting dari pohon-pohon besar di pinggir jalan yang dianggap membahayakan. Terlebih pihaknya juga tengah mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi atau bencana yang terjadi akibat faktor alam.

“Terutama nanti di awal musim penghujan,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kota Kediri tersebut.

Berdasarkan keterangannya, beberapa pohon besar di jalan Mauni, Brigjen Pol Imam Bahri telah dipangkas. Dengan begitu potensi kerusakan atau dampak bencana diharapkan dapat diminimalisasi. Baik yang berpengaruh terhadap korban material maupun manusia.

Adi juga berharap agar masyarakat dapat melakukan mitigasi bencana sendiri. Yakni dalam lingkungan sekitar atau setidaknya di rumah masing-masing. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain mengecek kondisi atap rumah, saluran air, dan pohon.

“Kami berharap agar masyarakat juga dapat semakin tangguh menghadapi potensi bencana yang ada,” tandasnya.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan kebutuhan menghadapi musim penghujan tersebut sejak jauh-jauh hari.  Berkaca dari fenomena peralihan musim pada tahun-tahun yang lalu bahwa potensi pohon tumbang menjadi hal yang perlu diwaspadai di Kota Tahu.

“Kami sudah mempersiapkan beberapa keperluan untuk menghadapi musim peralihan atau pancaroba ini,” timpalnya.

Sementara itu, kesiapan jelang musim penghujan tengah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri. Terlebih, setelah adanya fenomena La Nina yang tengah terjadi di Samudera Pasifik. Kondisi ini diprediksi berdampak pada peningkatan curah hujan di musim penghujan kali ini.

Pelaksanatugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Kediri Slamet Turmudi membenarkan jika tahun ini curah hujan akan meningkat. Hal tersebut memang terpengaruh dari fenomena La Nina. “Dan puncaknya terjadi di bulan Januari hingga Februari 2021,” ujar Slamet.

Sejauh ini, BMKG menjelaskan bahwa fenomena La Nina tersebut merupakan anomali sistem global yang cukup sering terjadi. Bahkan dengan periode ulang berkisar antara 2 hingga 7 tahun. Fenomena La Nina ini dari keterangan BMKG terjadi akibat pendinginan yang tidak biasa. Anomali suhunya bisa melebihi minus 0,5 derajat celcius di area yang sama dengan El Nino. Karena adanya fenomena ini maka sangat berpotensi menjadi pemicu adanya bencana hidro-meteorologis. Seperti banjir dan tanah longsor.

“Tadi (kemarin, Red) kami rapat dengan semua stakeholder dalam rangka antisipasi menghadapi musim hujan,” jelas Slamet.

Slamet menambahkan, hujan lebat memang menjadi ancaman. Terlebih selama ini di Kabupaten Kediri hujan lebat itu juga sering disertai angin kencang. Sehingga pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada jika sewaktu-waktu hal tersebut terjadi.

Seperti akhir tahun 2019 lalu, kejadian angin kencang juga banyak melanda sejumlah kecamatan Kabupaten Kediri. Bahkan bencana itu sempat merobohkan beberapa rumah penduduk.

“Menurut BMKG, musim hujan dimulai bulan November, untuk Oktober memang ada hujan lokal dengan skala sedang,” ungkapnya.

Awal bulan Oktober ini, di seluruh wilayah Kabupaten Kediri semuanya telah terjadi hujan. Bahkan beberapa waktu lalu, hujan deras melanda sejumlah kecamatan dengan waktu yang cukup lama. (tar/din/fud)

Langkah Mengantisipasi Bencana

1. Maping titik-titik rawan bencana

2. Menyiapkan semua peralatan mitigasi bencana

3. Membuat posko terpadu

3. Menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan semua pegiat kebencanaan

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia