Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Bubarkan Aksi Kamisan

Karena Tak Mengirimkan Surat Izin

16 Oktober 2020, 16: 37: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

NEGOSIASI: Kompol Abraham berbincang dengan anggota aksi kamisan, meminta mereka membatalkan kegiatan yang berlangsung di Bundaran Sekartaji kemarin.

NEGOSIASI: Kompol Abraham berbincang dengan anggota aksi kamisan, meminta mereka membatalkan kegiatan yang berlangsung di Bundaran Sekartaji kemarin. (FAJAR RAHMAD/JPRK)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Polisi kemarin membubarkan aksi kamisan yang berlangsung di Bundaran Sekartaji. Pihak keamanan berdalih aksi kemarin tidak mengantongi izin.

Tak pelak, sekitar sepuluh orang anggota Aliansi Kamisan Kediri (AKK) akhirnya batal beraksi. Meskipun sempat melakukan negosiasi dengan pihak keamanan, aksi itu tetap tak bisa berlanjut.

“Kami sebenarnya telah mengetahui bila aksi ini dilakukan secara rutin. Namun perwakilan aksi kamisan yang biasanya mengirim surat kegiatan, kali ini tidak melakukan,” jelas Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Kediri Kota Kompol Abraham Sisik, yang ditemui usai mengamankan aksi kamisan.

Sejumlah aparat keamanan telah berjaga di area Bundaran Sekartaji sejak pukul 15.00 WIB. Puluhan polisi dan anggota satpol PP berjaga mulai Jalan Veteran hingga Jalan Sudanco Supriyadi. Mereka telah menunggu datangnya peserta aksi kamisan yang memang berlangsung rutin setiap minggu itu.

Anggota AKK baru muncul pada pukul 15.50. Selain berpakaian serba hitam mereka juga terlihat membawa payung hitam dan pengeras suara. Sepuluh orang itu kemudian mengambil posisi di depan patung Kediri Syu.

Sesaat sebelum para anggota AKK ini melakukan aksinya, Abraham Sisik yang sudah menunggu kedatangan mereka melarang.

“Mas-mas, untuk aksi ini tidak biasanya kalian tanpa mengirim surat kegiatan kepada kami. Selain itu kondisi Kota Kediri masih panas dengan kabar UU Omnibus Law. Mohon untuk kalian pulang saja,” pinta Abraham kepada para anggota aksi kamisan.

Awalnya para peserta aksi kamisan masih berkeras melanjutkan kegiatan itu. Meskipun peserta aksi juga mengaku memahami maksud kepolisian untuk kebaikan bersama. Anggota AKK sempat bernegosiasi dengan Abraham. Meminta agar polisi mengizinkan mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Abraham mengizinkan peserta aksi melakukan itu. Bahkan anggota kepolisian juga ikut bernyanyi lagu kebangsaan tersebut.

Setelah usai menyanyikan lagu Indonesia Raya itu, anggota aliansi kamisan dan polisi kembali bernegosiasi. Sekitar sepuluh menit mereka melakukannya. Hasilnya, polisi tetap melarang peserta aksi kamisan menggelar kegiatan rutin itu. Akhirnya, peserta aksi pun meninggalkan area Bundaran Sekartaji. Wajah-wajah mereka terlihat tak bersemangat.

Ahmad Dayu, 23, salah seorang peserta aksi, mengatakan bila aksi kamisan yang biasanya digelar memang dibubarkan oleh polisi. Hal itu karena pihak kepolisian mengira aksi ini akan mengundang banyak massa seperti aksi kamisan yang terjadi pada Kamis lalu (8/10) lalu. Padahal, realitanya, mereka kemarin hanya berjumalh sepuluh orang saja, tapi masih tidak diperbolehkan melakukan aksi.

Selain itu, Dayu juga menyadari bila dia lupa untuk mengirim surat perizinan kepada pihak kepolisian perihal adanya aksi kamisan ini. Dayu memastikan aksi kamisan kedepannya akan selalu mengirim surat izin secara rutin.

“Kami terus evaluasi kegiatan kami. Sehingga dapat ikut berpartisipasi dalam merefleksi kasus HAM yang terjadi di masa lalu dan mengaji isu nasional yang terjadi saat sekarang,” kata Dayu yang ditemui ketika perjalanan menuju warung makan di Jalan Sudanco Supriyadi. (jar/fud)  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia