Jumat, 23 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pedagang Kecewa Tak Terima Bantuan

16 Oktober 2020, 14: 19: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

Bincang

SUDAH DIDATA: Susanto berbincang dengan pedagang kelontong yang belum mendapatkan bantuan di Pasar Kertosono. Dia mengklaim sudah memberikan data ke petugas pasar. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk- Rasa kecewa puluhan pedagang Pasar Kertosono tidak terbendung. Setelah capek memberikan data ke petugas pasar, nama-nama yang mereka ajukan ternyata tidak muncul sebagai penerima bantuan. Makanya, para pedagang yang kecewa itu mengklaim bantuan tidak tepat sasaran.

Kekecewaan diungkapkan Ketua Paguyuban Pasar Kertosono Susanto. Dia menunjukkan data 30 calon penerima bantuan tidak sesuai dengan yang telah diajukan. “Kami mengajukan 62 orang pedagang yang benar-benar terdampak (Covid-19), tidak semuanya,” kata pria asli Kertosono ini.

Bansos

Bantuan Sosial (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Susanto mengklaim, data para pedagang yang menerima bantuan tersebut tidak melalui proses verifikasi. Dia menduga, data yang dipakai untuk memberikan bantuan tersebut hanya diambil dari satu lembar dari jumlah pedagang yang ada di Pasar Kertosono.

“Kalau diverifikasi tidak mungkin nomor pedagang bisa urut seperti itu,” ujar pria berkumis tebal ini.

Bukti lain yang memperkuat dugaannya itu adalah karena yang mendapatkan bantuan semuanya adalah pedagang malam hari. Sementara dari 62 orang yang diajukannya, tidak ada satu pun yang menerima.

Padahal sebelum bantuan itu cair, Susanto diminta mendata pedagang yang benar-benar terdampak pandemi korona tersebut. Dia mengungkapkan, ketika data tersebut diserahkan ke petugas pasar semuanya sudah disertakan dengan foto usaha, kartu keluarga (KK), serta kartu tanda penduduk (KTP).

Sialnya, ketika bantuan akan cair mereka yang telah didata itu sama sekali tidak masuk data penerima. “Mereka yang sudah didata itu telanjur berharap, ternyata nggak jadi terima (bantuan, Red). Ini bagaimana ceritanya?,” ucap pria yang akrab disapa Santo ini.

Dia tidak menyalahkan petugas pasar, sejauh ini Santo menduga kesalahan data tersebut ada tingkat dinas. Karena tidak ingin kejadian terulang, dia mengkritik setiap bantuan untuk pedagang pasar harusnya dilakukan verifikasi dan validasi data.

Harapannya, bantuan tersebut tersebut benar-benar tepat sasaran. Santo pun berencana menanyakan masalah ini ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk.

“Setahu saya, ini programnya disperindag tapi datanya dari dinsos,” ungkap Santo yang masih ingin kejelasan terkait masalah tersebut. Dia juga menegaskan, bantuan yang diterima pedagang ini akan ditransfer lewat rekening. Besarnya Rp 600 ribu.

Sementara itu, Kepala Dinsos PPPA Nganjuk Nafhan Tohawi menyebutkan instansinya tidak punya program bantuan Covid-19 untuk pedagang. “Daerah tidak ada program bantuan Rp 600 ribu untuk pedagang, bisa jadi itu program pusat,” katanya.

Terpisah, Kepala Disperindag Heni Rochtanti menjelaskan. pihaknya juga tidak punya program bantuan Covid-19 yang nilainya sebesar Rp 600 ribu. “Kita memang ada program bantuan untuk Pedagang Kertosono, tapi sasarannya adalah pedagang kebutuhan pokok ada makanan, sayuran, dan peracangan,” bebernya.

Jumlah yang diterima adalah Rp 2 juta. Tujuannya, untuk pemulihan ekonomi pedagang yang terdampak Covid-19. Sementara untuk bantuan pedagang lainnya kelak akan dimasukan lewat Kartu Nganjuk Mandiri. Nominal bantuannya pun sama, sebesar Rp 2 juta.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia