Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Suherman Menuju Pengadilan

Penyidik Lakukan Pelimpahan ke Kejaksaan

15 Oktober 2020, 17: 09: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

POLRES KEDIRI FOR JPRK

POLRES KEDIRI FOR JPRK (PENGECEKAN: Suherman (kiri) menunggu proses pemeriksaan berkas saat pelimpahan tahap kedua kasus jual beli jabatan perangkat desa yang menjeratnya.)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Tuntas sudah penyidikan polisi terkait kasus dugaan jual beli posisi perangkat desa yang membelit Camat Grogol Suherman. Kini bola kasus ini berpindah ke tangah para jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri. Sebelum puncaknya nanti adalah proses persidangannya di pengadilan.

Penyidik kemarin telah melimpahkan tersangka berikut barang buktinya ke kejaksaan. Pelimpahan itu merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya berkas penyidikan dinyatakan P-21 alias lengkap. Suherman pun resmi menjadi tahanan kejaksaan sejak kemarin.

“Benar, hari ini tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke kejaksaan,” aku Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar kemarin (14/10).

Proses pelimpahan tersangka dan berkas kasus yang terjadi saat Suherman menjadi camat Kras ini berlangsung sekitar pukul 10.00. Penyerahan dilakukan oleh penyidik unit III tindak pidana korupsi (tipikor). Dari kubu Suherman ikut juga salah seorang anggota tim penasihat hukumnya. Gilang mengatakan pihak penyidik memang memberitahukan proses pelimpahan ini kepada tim penasihat hukum Suherman.

Sebelum dibawa ke kejaksaan, di Jalan Pamenang, Suherman lebih dulu dicek kesehatannya di polres. Menurut Gilang, penyidik juga melakuan rapid test. Selain sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 juga untuk memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil tes itu Suherman dinyatakan non-reaktif.

Selain tersangka, penyidik juga menyerahkan beberapa barang bukti. Termasuk berupa dokumen yang salah satunya adalah rekening koran sebagai bukti transfer.

Kasi Pidana Hukum Kejaksaan Kabupaten Kediri Teguh Sukemi membenarkan jika telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus dugaan jual beli jabatan perangkat desa ini. “Iya betul tadi tersangka dan barang bukti sudah dikirim ke kejaksaan dari Polres Kediri. Setelah sebelumnya kami melakukaan koordinasi,” terang Teguh.

Ia menyebutkan bahwa kejaksaan juga melakukan serangkaian pemeriksaan kepada tersangka dan barang bukti. Hingga nantinya tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri untuk proses persidangan selanjutnya.

“Ya nanti dengan segera akan kami serahkan ke pengadilan,” ungkapnya saat dihubungi melalui gawai.

Sementara itu, salah seorang anggota tim penasihat hukum tersangka, Sutrisno, membenarkan soal pelimpahan itu. Saat proses pelimpahan itu juga disaksikan oleh tim penasihat hukum.

“Saya tadi ada sidang di (PN) Tulungagung. Yang mendampingi Pak Suherman rekan saya Suwandi,” tulis Sutrisno melalui aplikasi perpesanan.

Menurutnya, pihak penasihat hukum kini menunggu proses selanjutnya. Yaitu pelimpahan ke pengadilan sekaligus jadwal sidang di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.

Diberitakan sebelumnya, Suherman terjerat kasus jual beli perangkat desa saat dia menjadi camat Kras. Saat itu dia menawarkan pada beberapa kepala desa yang menggelar pemilihan perangkat peluang meloloskan calon. Syaratnya dengan menyerahkan biaya tertentu.

Namun, setelah uang disetor, ternyata calon yang telah membayar justru tak terpilih. Suherman pun dilaporkan oleh salah satu kades yang telah menyetorkan uang tersebut. Dalam kasus ini Suherman terjerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan. (luk/fud)

Perjalanan Kasus Jual Beli Jabatan Perangkat Desa

- 16 Juli Suherman ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan jual beli perangkat desa.

- 17 September Suherman ditahan polisi.

- 23 September Pengacara Suherman meminta penangguhan penahanan. Alasannya, takut tertular korona dan statusnya sebagai pejabat publik masih dibutuhkan untuk pelayanan.

- 30 September polisi menolak penangguhan penahanan. Alasannya dibutuhkan untuk proses penyidikan.

- 1 Oktober Kejaksaan pastikan berkas perkara sudah P-21. Hanya menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti.

- 14 Oktober Polres Kediri melimpahkan tersangka Suherman beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia