Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Matikan Api dengan Ranting Pohon

Simulasi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan

15 Oktober 2020, 17: 00: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

PRAKTIS: Warga, anggota Polresta Kediri dan TNI bekerja sama mematikan api kebakaran dengan ranting pohon dalam simulasi yang berlangsung di Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan kemarin.

PRAKTIS: Warga, anggota Polresta Kediri dan TNI bekerja sama mematikan api kebakaran dengan ranting pohon dalam simulasi yang berlangsung di Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan kemarin. (FAJAR RAHMAD/JPRK)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kebakaran melanda hutan Manyaran. Setidaknya ada lima titik si jago merah yang membakar sebagian petak 128 di Area Gunung Klotok. Tak lama kemudian, puluhan orang berusaha memadamkan. Alatnya sederhana. Hanya ranting pohon.

Gerakan cepat pun dilakukan dengan memukul-mukul kebakaran yang berada di  Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan. Tak lama kemudian, titik-titik api bisa ditangani.

Inilah yang tergambar dari simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kemarin pagi (14/10).  “Simulasi ini untuk memberi gambaran warga sekitar hutan. Supaya tahu kalau terjadi kebakaran nanti tidak lagi panik,” terang Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 ini juga diikuti oleh anggota Polresta Kediri, polisi hutan, petugas pemadam kebakaran, dan anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri.

Miko menjelaskan bila pada bulan September 2019 lalu pada area Gunung Klotok ini terakhir kali terjadi karhutla. Luasnya lebih 20 hektare, maka dari kepolisian dan aparat terkait berusaha mencegah karhutla tersebut.

Sementara Wakil Administratur Perhutani Kediri Beni Mukti bila kebakaran hutan itu sering terjadi karena puntung rokok dan ada dugaan pembakaran liar. Dari 12.500 hektare area hutan di wilayah Perhutani Kediri, terdapat 100 hektare yang rawan kebakaran hutan.

Namun dari pihak perhutani dan kepolisian bersinergi untuk memberi sosialisasi kepada masyarakat perihal pentingnya menjaga lingkungan termasuk hutan.

“Dalam penanganan karhutla ini tentu terdapat kendala peralatan karena kami tidak bisa membawa peralatan kami ke lokasi. Sehingga harus menggunakan ranting pohon yang lebih praktis,” kata Beni.

Menurut Beni, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi karhutla. Yaitu adanya sumber api, bahan bakar, dan oksigen.  Dari ketiga faktor ini yang menjadi dasar perhutani untuk melakukan pencegahan karhutla. Karena pada saat ada bahan bakar dan oksigen pasti terdapat sumber api yang aktif, sehingga tidak ada karhutla yang terjadi alami.

Sementara itu pada tempat yang sama Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Perhutani Kediri Sutarno menjelaskan bila warga yang mengetahui kebakaran hutan di sekitarnya langsung menghubungi mantri hutan. Warga juga dapat menghubungi kepolisian dan TNI yang berada  di wilayah tersebut untuk membantu memadamkan. Bila tidak ada yang bisa dihubungi, warga bisa langsung menangani dengan cara yang telah diajarkan oleh petugas perhutani dan petugas kepolisian.

“ Jadi kami ajarkan ke warga untuk memadamkan api dengan ranting pohon dan daun liar. Sehingga terlihat sederhana dan efektif untuk memadamkan api ,” tambah Sutarno.

Sutarno juga menjelaskan bila api membesar harus memperhatikan arah angin. Lalu dapat ditembak balik dengan ranting pohon dan air. Sehingga dengan cara  seperti itu api dapat dipadamkan.(jar/dea)  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia