Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Bekukan Kegiatan Besar Perguruan Silat

Jaga Kamtibmas dan Cegah Klaster Covid-19

15 Oktober 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Silat

Perguruan Silat (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Kegiatan besar sejumlah perguruan silat di Kota Angin dibekukan oleh Polres Nganjuk. Hal tersebut sesuai dengan hasil rapat koordinasi (rakor) yang digelar di ruang rupatama Polres Nganjuk kemarin.

Pembekuan kegiatan besar perguruan silat di Nganjuk itu berdasar beberapa pertimbangan. Di antaranya, terkait situasi keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sejumlah daerah yang kurang kondusif. “Juga untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto usai rakor kemarin.

Perwira polisi asli Nganjuk ini menjelaskan, sebelum membekukan kegiatan besar perguruan silat di Nganjuk ini, polsek jajaran sudah menggelar diskusi dengan pimpinan ranting di tiap kecamatan. Mereka meminta masukan dan contoh acara atau kegiatan yang sudah terprogram.

Dari diskusi tersebut, polisi memutuskan membekukan kegiatan besar yang mengundang massa dalam jumlah besar. Adapun kegiatan latihan rutin tetap bisa digelar dalam jumlah yang tidak banyak.

Terpisah, Ketua Cabang PSHT Nganjuk Gondo Hariyono menjelaskan, pihaknya mendukung pembekuan kegiatan perguruan silat yang dilakukan Polres Nganjuk. Dia pun mengamini jika kegiatan besar yang belum terprogram sudah dihentikan sementara. “Kalau pengesahan kan sudah ada rencana giat setiap tahun dan sudah terlaksana juga,” tuturnya.

Kegiatan besar apa yang dibekukan? Gondo memberi contoh seperti tasyakuran atau latihan bersama yang mengundang banyak masa. Selain kebijakan pembekuan dari Polres Nganjuk, menurut Gondo pimpinan pusat PSHT juga sudah meminta agar kegiatan dilakukan sederhana.

Gondo menegaskan, pembekuan tidak berlaku untuk kegiatan rutin yang sudah terjadwal. Namun kegiatan yang sifatnya seremonial dan belum terprogram. “Ya seperti tasyakuran setelah pengesahan. Tahun ini tidak ada dan tidak meriah. Atau latihan bersama yang di satu tempat dan ramai orang, kami minta kepada pimpinan ranting untuk ditiadakan sementara juga,” jelasnya.

Untuk diketahui, setiap tahunnya sejumlah perguruan silat memiliki agenda besar. Kegiatan tersebut biasanya sudah dijadwalkan sejak setahun sebelumnya dalam rapat tahunan.

Jadwal kegiatan tersebt kemarin juga dibahas bersama Polres Nganjuk. Di antaranya untuk mengantisipasi adanya kegiatan perguruan silat yang berbarengan pada tahun 2021 nanti. Jika memang ada yang berbarengan, salah satu perguruan silat diminta mengundur kegiatannya.

Sehingga, tidak terjadi konsentrasi massa dalam jumlah besar dan berpotensi mengakibatkan gesekan. “Kalau memang seperti itu, kami dari PSHT juga siap. Asal kegiatan bisa berjalan dengan aman,” tegas Gondo.

Pembekuan Kegiatan Perguruan Silat:

-         Kegiatan perguruan silat yang tidak/belum terprogram tidak boleh dilaksanakan ke depannya.

-         Polisi meminta rencana kegiatan kegiatan perguruan silat satu tahun ke depan untuk menghindari jadwal berbarengan dan berpotensi gesekan.

-         Memberikan masukan untuk membentuk penasihat hukum di tiap perguruan silat.

-         Mendata tugu/patung perguruan silat di Kota Angin yang sudah dibangun karena rawan jadi sasaran oknum untuk dirusak.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia