Jumat, 04 Dec 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

KPK Periksa Taufiqurrahman di Lapas Sidoarjo

Dalami Dugaan Kepemilikan Tanah di Nganjuk

15 Oktober 2020, 12: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Taufik

KASUS LAMA: Taufiqurrahman usai menjalani persidangan di PN Tipikor Surabaya 2018 lalu. (Dokumen Jawa Pos Radar Nganjuk - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman kembali diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Pria yang tengah menjalani hukuman kasus gratifikasi jual beli jabatan di Lapas Sidoarjo itu ditanya terkait kepemilikan aset tanah di Kota Angin.

“(Taufiqurrahman, Red) diperiksa lagi atas kasus TPPU dan kepemilikan aset tanah di Kabupaten Nganjuk,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri terkait pemeriksaan Taufiq kemarin.

Dalam pemeriksaan kemarin, lanjut Ali, Taufiq mengonfirmasi dugaan kepemilikan aset tanah seluas 3,5 hektare yang sudah disita oleh KPK. Salah satu petaknya ada di Desa Putren, Sukomoro.

Jerat

TPPU Taufiqurrahan (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Untuk diketahui, awalnya KPK memang melakukan penyitaan tanah seluas 2,2 hektare di Desa Putren, Sukomoro pada 14 September lalu. Selanjutnya, penyitaan kedua dilakukan pada 23-27 September lalu. “Luas 0,8 hektare di Desa/Kecamatan Sukomoro,” imbuh Ali tentang aset tanah yang dibeli 2014 silam tersebut.

Dikatakan Ali, total luas tanah di Desa/Kecamatan Sukomoro sebanyak 3,3 hektare. Meski demikian, hanya 0,8 hektare yang disita karena sudah dipastikan milik Taufiqurrahman.

Terpisah, Penasihat Hukum Taufiqurrahman, Gunadi yang dihubungi koran ini kemarin menyebut kliennya diperiksa seputar pembelian tanah yang dilakukan oleh Budiono, pemilik toko di Nganjuk. “Pernah ada komunikasi, Budiono mau cari tanah. Minta tolong Pak Taufiq,” ujar Gunadi yang kemarin mendampingi pemeriksaan Taufiq.

Gunadi menjelaskan, pemeriksaan selama sekitar dua jam kemarin lebih banyak mengungkap kronologi pembelian tanah tersebut. Termasuk saat Taufiq meminta salah satu camat mencarikan tanah yang dikehendaki oleh Budiono.

Pengacara yang berdomisili di Jakarta ini menilai pembelian tanah tersebut wajar. Sebab, Budiono merupakan teman lama pria asal Jombang itu. Gunadi menyebut, pemeriksaan kemarin terkesan lama karena Taufiq sempat mengoreksi BAP yang dinilainya kurang tepat.   

Sementara itu, pemeriksaan kemarin merupakan kali ketiga Taufiq diperiksa sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Apakah pemberkasan sudah selesai? Ditanya demikian Gunadi menjelaskan, sebenarnya berkas kasus TPPU ini sudah akan dilimpahkan ke PN Tipikor oleh jaksa KPK.

Tetapi, pelimpahan tertunda karena jaksa masih memprioritaskan perkara lain yang masa penahanannya hampir habis. “Mudah-mudahan segera dilimpahkan. Kami berharap tahun ini (pelimpahan berkas, Red),” beber Gunadi.

Seperti diberitakan, selain memeriksa Taufiq kemarin, penyidik KPK sudah memeriksa belasan saksi terkait kasus TPPU mantan bupati Nganjuk dua periode tersebut tahun ini. Pemeriksaan terutama untuk mengetahui aset hasil TPPU Taufiq.

Tahun lalu, penyidik KPK juga sudah memanggil beberapa pejabat Pemkab Nganjuk terkait kasus TPPU tersebut. Mereka diminta keterangan terhadap Taufiq yang dijerat dengan pasal 3 dan/atau Pasal 4 UURI No.8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Jerat TPPU Taufiqurrahman:

-Penyidik KPK memeriksa Taufiqurrahman di Lapas Sidoarjo kemarin

-Penyidik mendalami dugaan kepemilikan aset tanah di Kabupaten Nganjuk

-Pemeriksaan berlangsung selama sekitar dua jam

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia