Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pengurukan Tempat Relokasi Semantok Terhenti

Jalan Licin, Truk Tak Bisa Masuk ke Lokasi

14 Oktober 2020, 12: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Semantok

MANDEK: Sejumlah alat berat di proyek pengurukan tempat relokasi warga terdampak bendungan Semantok tak beraktivitas. Hujan deras yang terjadi Sabtu (10/10) lalu diklaim sebagai penyebab terhentinya proyek untuk sementara. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

REJOSO, JP Radar Nganjuk-Proyek pengurukan tempat relokasi warga terdampak bendungan Semantok terhenti untuk sementara. Lokasi proyek yang licin setelah wilayah Rejoso diguyur hujan deras pada Sabtu (10/10) lalu membuat truk tak berani masuk dan beraktivitas di sana.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, pengurukan tempat relokasi warga terdampak Semantok terhenti sejak Minggu (11/10) lalu. “Jika penimbunan dipaksakan berlanjut, kendaraan tidak bisa keluar dari lokasi,” ujar Kepala

Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Nganjuk Suharono.

Kondisi tersebut yang jadi pertimbangan proyek pengurukan dihentikan sementara. Apakah DPRKPP tak takut proyek tidak bisa selesai sesuai target? Suharono optimistis mereka bisa merealisasikan sesuai perencanaan. Hingga kemarin menurutnya pengurukan sudah tuntas sekitar 50 persen.

Karenanya dia yakin dalam sisa waktu dua bulan ke depan mereka bisa menuntaskan hingga 100 persen. Apalagi, menurutnya akhir tahun ini target timbunan hanya 90 ribu kubik untuk tiga hektare lahan. “(Pengurukan, Red) sisanya akan dilakukan pada tahap kedua (tahun depan, Red),” lanjutnya.

Untuk diketahui, luas lahan relokasi warga terdampak Semantok mencapai

39,7 hektare. Dari luas tersebut, sebanyak 21 hektare di antaranya digunakan untuk tempat relokasi warga. Adapun sisanya untuk kepentingan lain.

Jika tahun ini DPRKPP hanya bisa menguruk sekitar tiga hektare lahan, mereka harus melakukan pengurukan lebih dari 36 hektare lahan pada tahun depan. Dengan alokasi anggaran pengurukan Rp 7 miliar tahun ini, dipastikan butuh dana yang lebih besar lagi tahun 2021 nanti.

Apalagi, selain melanjutkan pengurukan, DPRKPP harus melakukan kegiatan fisik. “Tahun depan pekerjaannya ada perumahan, jalan, dan drainase,” beber pria asli Jombang itu.

Kapan pekerjaan pengurukan bisa dimulai lagi? Harono menjelaskan, pengurukan akan dilanjutkan setelah tidak ada masalah teknis. Termasuk faktor cuaca.

Pantauan koran ini, alat berat yang sedianya digunakan untuk kegiatan proyek pengurukan lahan semuanya menepi. Tidak ada aktivitas sama sekali di lokasi lahan relokasi. Truk angkutan material yang biasanya hilir mudik di sana juga tak terlihat.

Kondisi tersebut terlihat kontras dengan di sebelah barat atau proyek bendungan Semantok. Meski sama-sama baru diguyur hujan, puluhan truk pengangkut material urukan tetap melakukan aktivitas. Demikian juga dengan sejumlah alat berat.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia