Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Dorong Peran Desa

Perangi Sampah, Genjot Pembangunan TPS 3R

13 Oktober 2020, 17: 42: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

Dorong Peran Desa

(Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam memerangi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Kediri. Salah satunya dengan memaksimalkan pengelolaan di tingkat desa. Targetnya, ada pengurangan sampah 30 persen pada 2025.

Tingginya timbulan sampah setiap hari di Kabupaten Kediri memang menjadi ancaman serius. Salah satu upaya yang digalakkan pemerintah adalah sosialisasi tentang efektivitas pemilahan dan pengelolaan sampah secara mandiri. Termasuk pengelolaan pada tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R).

Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Towil Umur mengungkapkan, pembangunan TPS 3R ada dua jalur. Selain dari daerah juga akan diusulkan pada Pemerintah Pusat. Yakni melalui dana alokasi khusus (DAK) 2021 yang bersumber dari APBN.

“Tahun 2021 rencana ada tiga desa yang kami usulkan. Untuk lokasi desa masih kami siapkan dulu sesuai dengan readiness criteria dan desa yang dianggap paling siap untuk mengelola TPS 3R,” kata Towil.

Pengusulan itu selain melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kediri juga ada usulan melalui dana alokasi umum (DAU) APBN 2021 dari Kementerian PUPR. Total ada  sebanyak 6 desa yang saat ini juga dalam tahap evaluasi readiness criteria oleh Kementerian PUPR.

Towil menegaskan, dalam pembangunan TPS 3R ini tak hanya mengandalkan dana dari Pusat saja. Dia juga mengharapkan pembangunan secara mandiri dengan dana desa.

“Selama ada kemauan pasti bisa. Misal di Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, TPS 3R nya sudah beroperasi sejak beberapa tahun lalu,” jelasnya. Dan itu sangat diapresiasi oleh pemerintah daerah.

Tak hanya di Desa Ngebrak, pada 2020 ini, juga ada beberapa desa yang membangun TPS 3R dengan dana desa. Seperti Desa Menang, Kecamatan Pagu dan Desa Sumberagung, Kecamatan Wates.

Dengan adanya tempat pengolahan di tingkat desa tersebut, ia mengharapkan pengelolaan sampah bisa maksimal. Sehingga pengurangan timbulan sampah yang diangkut ke TPA juga bisa tercapai.

“TPS 3R itu sudah komplit untuk pengelolaan sampah karena sudah ada pengurangan, pemanfaatan kembali dan daur ulang sampah,” ungkapnya.

Masih kata Towil, selain TPS 3R, sebenarnya ada konsep lain seperti bank sampah. Hanya saja potensi pengurangannya kecil. Dengan TPS 3R ditargetkan pada 2025 target pengelolaan sampah bisa 100 persen. Yakni 70 persen penanganan dan 30 persen pengurangan.

Hal ini sesuai dengan Perbup No 64 Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Untuk diketahui, sampah di Kabupaten Kediri masih menjadi permasalahan serius. Apalagi, tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Sekoto, Kecamatan Badas tahun ini mengalami overload. (din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia