Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Pelajar MTsN 2 Kota Kediri Sabet Prestasi Nasional dan Internasional

Cari Capung dan Ambil Sampel Air

13 Oktober 2020, 17: 36: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

BIKIN BANGGA: Adi Brata (tengah) bersama Syifa’ dan Kayla yang raih prestasi akademis didampingi Kepala MTsN 2 Kota Kediri Hadi Suseno dan guru pembimbingnya (berdiri di barisan belakang).

BIKIN BANGGA: Adi Brata (tengah) bersama Syifa’ dan Kayla yang raih prestasi akademis didampingi Kepala MTsN 2 Kota Kediri Hadi Suseno dan guru pembimbingnya (berdiri di barisan belakang). (ANAS ULUMUDIN/JPRK)

Share this          

Pelajar MTsN 2 Kota Kediri kembali menuai prestasi. Kali ini, Mauhibatus Syifa’ dan Kayla Nuansa Ceria menjadi finalis LKIR yang digelar LIPI. Kemudian, M. Adi Brata berjaya di ajang lomba matematika internasional. Seperti apa kisahnya?

ANAS ULUMUDIN, KOTA, JP Radar Kediri

Kehidupan capung menarik perhatian Mauhibatus Syifa’ dan Kayla Nuansa Ceria, siswa MTsN 2 Kota Kediri. Capung yang dulu biasa terbang rendah dan sekarang sudah jarang terlihat ini ternyata sangat tergantung pada kondisi air.

Berawal dari ketertarikan terhadap satwa inilah Syifa’ dan Kayla lantas mengaitkannya dengan pengaruh terhadap lingkungan. Mereka pun tebersit ide untuk meneliti tentang pencemaran air melalui analisis tingkat perkembangan capung.

“Kegiatan penelitian itulah yang diikutkan dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) bidang ilmu pengetahuan hayati,” kata Kayla.

Lomba karya ilmiah ini diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Di madrasahnya, Syifa’ dan Kayla terpilih menjadi wakil. Kedua siswi MTsN 2 Kota Kediri ini mewakili sekolahnya dalam bidang ilmu pengetahuan hayati.

Sebelumnya, pada 2019 Syifa’ dan Kayla telah menjadi finalis dalam kompetisi ilmiah yang diikuti siswa tingkat SMP dan SMA. Kemudian pada tahun ini, dua murid MTsN 2 Kota Kediri tersebut juga masuk sebagai finalis LKIR LIPI.

Awalnya, Syifa’ dan Kayla dapat mengikuti lomba karya ilmiah LIPI ini bermula saat lomba presentasi untuk memperingati milad MTsN 2 Koat Kediri. Saat itu mereka berhasil mempresentasikan karya tulis tentang obat antinyamuk.

Dari kegiatan itulah terbukti presentasi yang diadakan bulan bahasa akhirnya memunculkan nama Syifa’ dan Kayla. Keduanya menjadi salah satu kelompok yang mampu mengharumkan nama MTsN 2 Kota Kediri di tingkat nasional.

Waktu itu, pada 2019 mereka melakukan riset yang berjudul ‘Potensi Kulit Buah Langsat sebagai Sediaan Topikal Anti-Nyamuk Aedes Aegypti’. “Ini adalah salah satu dari 12 proposal yang lolos menjadi finalis dari 1.900 proposal yang terseleksi,” ungkap Kayla.

Selanjutnya, pada tahun ini karena ada pandemi korona, lomba karya ilmiah tersebut diadakan secara online. Syifa’ dan Kayla yang mewakili madrasahnya kembali mengirimkan hasil penelitian mereka tentang Identifikasi Pencemaran Air di Daerah Industri Rokok melalui Analisis Tingkat Perkembangan Capung.

Hasilnya, seperti tahun lalu penelitian mereka tahun ini pun lolos menjadi finalis dalam ajang tingkat nasional yang diikuti para siswa SMP dan SMA. Menurut Syifa’, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting untuk kehidupan mahluk hidup.

“Capung dapat menjadi salah satu indikator kebersihan lingkungan. Ada 10 sungai yang menjadi tempat penelitian kami,” urainya.

Proses penelitian Syifa’ dan Kayla dimulai dengan mencari capung terlebih dulu. Kemudian, mereka mengambil sampel air sungai yang akan diteliti. “Tentu sebelumnya kami juga menyiapkan alat dan bahan penelitian,” imbuh Kayla.

Setelah kebutuhan itu tersedia, Kayla dan Syifa’ melakukan penelitian di sekolahnya. “Setiap 3 jam sekali akan kami lihat bagaimana perkembangan capung tersebut. Ternyata, beberapa jam ada yang sudah mati. Tapi, ada juga yang bisa bertahan hidup sampai 24 jam,” papar Kayla.

Pembimbing Karya Ilmiah MTsN 2 Kota Kediri Enik Kurniawati mendampingi siswanya dengan sabar. Ia selalu mengawasi aktivitas penelitian mulai dari proses di lapangan sampai penyelesaian laporan. "Terakhir tanggal 2 November 2020 nanti akan kami unggah di website LIPI,” tandasnya.

Sementara itu, Muhammad Adi Brata Tata Negoro Saputra, siswa kelas IX MTsN 2 Kota Kediri, juga membanggakan madrasahnya. Ia berjaya dalam lomba matematika tingkat internasional.

Pada tahun ini, Adi mampu meraih Attaining Silver in the Southeast Asian Mathematical Olympiad (Papaer E) 2020 SEAMO. Lalu, gold medal International Kangaroo Mathematics Contest 2020 dan silver award dari AIMO 2020.

Tak hanya itu, Adi pun berhasil menjadi juara 1 lomba matematika di Guangdong, Hongkong 2020 dan meraih medali emas dari Factorial Math Competion 2020.

Sejak kelas 6 SD, Adi memang sangat menyukai matematika. Bahkan, remaja ini terbiasa mengeksplorasi soal-soal yang rumit. “Ketika bosan, biasanya saya mengerjakan soal-soal matematika sambil mendengarkan musik,” ungkapnya.

Setiap hari, Adi mengikuti les matematika 1-3 kali. Karena kegigihannya dia berhasil meraih berbagai prestasi tingkat nasional maupun internasional. Olimpiade matematika terbaru yang diikuti diselenggarakan oleh SEAMO. Dari 100 peserta, Adi meraih medali perak.

“Dalam satu hari biasanya saya selesaikan satu babak. Waktunya 90 menit dengan 20 pilihan ganda dan 5 isian,” paparnya.

Teknis lombanya tidak sama seperti biasa ketika sebelum terjadi pandemi korona. Sebab pada olimpiade SEAMO kali ini dilakukan secara online. “Ketika mengerjakan depan belakang saya harus ada kamera. Hal ini dilakukan sebagai aturan bahwa siswa benar-benar jujur mengikuti olimpiade,” jelasnya.

Tetapi teknis olimpiade seperti ini bagi Adi lebih mudah. Alasannya, karena tidak harus pergi ke luar negeri.

Kepala MTsN 2 Kota Kediri Drs Hadi Suseno M.Pd mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya. “Alhamdulillah anak-anak bisa mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

MTsN 2 Kota Kediri telah menyandang sebagai madrasah riset karena prestasi-prestasi yang diraih para siswa.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia