Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case
SMK Al Huda Kota Kediri

Raih Favorite Winner di Samsung Innovation Campus Project Competition

Ciptakan Smart Irrigation System

13 Oktober 2020, 16: 57: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

SUKSES: Duduk dari kiri Ahfan Naofal, Nicola, Surya Bilal dan Rizqi Reza foto bersama didampingi guru pembina Abdian Putra Primana dan Erlianto Utomo serta Waka Kesiswaan SMK Al Huda Kota Kediri Anassay Sabli Rizal (berdiri paling kiri).

SUKSES: Duduk dari kiri Ahfan Naofal, Nicola, Surya Bilal dan Rizqi Reza foto bersama didampingi guru pembina Abdian Putra Primana dan Erlianto Utomo serta Waka Kesiswaan SMK Al Huda Kota Kediri Anassay Sabli Rizal (berdiri paling kiri).

Share this          

Berawal dari sebuah kerisauan, empat siswa SMK Al Huda Kota Kediri sukses menciptakan sebuah teknologi. Melalui lomba yang digelar oleh Samsung Tech, SMK Al Huda berhasil membuat Smart Irrigation System untuk pertanian. 

“Kami menyiapkan ini sekitar satu bulan terakhir, ungkap Rizqi Reza Danuarta, salah satu siswa yang ikut lomba. Menurut Rizqi, ide membuat smart irrigation tersebut memang bermula dari sebuah kegelisahan.

Mereka ingin menciptakan sebuah inovasi yang bisa bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Termasuk bagi para petani. Terkadang tanaman yang ditanam rusak karena terlalu banyak air atau bahkan sebaliknya kekurangan air.

INNOVATIF: Nicola mencoba smart irrigation system hasil karya bersama temantemannya.

INNOVATIF: Nicola mencoba smart irrigation system hasil karya bersama temantemannya.

Dari situ, mereka berempat  sepakat membuat smart irrigation system yang bisa menyala secara otomatis. Empat sekawan itu adalah Rizqi Reza danuarta, Surya Bilal Mike Pramudi, Ahfan Naofal dan Nicola Isahsono Putra. Sistem irigasi otomatis yang dibuat dipakai untuk menyirami  dua jenis tanaman. Yakni tanaman yang membutuhkan banyak air serta tanaman dengan kebutuhan sedikit air. Seperti anggrek, strawberi.

Di bawah pendampingan Abdian Putra Primana dan Erlianto Utomo, mereka mulai menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan. “Alhamdulillaah, tidak semua beli. Karena beberapa peralatan kami memakai barang yang tidak terpakai, sambung Abdian, guru pembina.

Ahfan Naofal, siswa lainnya menambahkan teknologi yang dibuat itu bukan tanpa kendala. Bahkan mereka sempat nyaris ganti ide karena masalah program yang tidak sesuai. Tapi dari hasil diskusi bersama, kami sepakat untuk melanjutkannya. Sudah kepalang basah, nanggung kalau mau ganti acara, tandas Surya Bilal. Berkat kegigihan, sistem irigasi tersebut sukses diciptakan. Ditambakan Surya, sistem tersebut dioperasikan melalui sensor otomatis, yakni melalui suhu. Satu lagi menyala dengan mengandalkan kelembaban media.  Jadi kalau panasnya mencapai ambang batas, nanti menyala sendiri. Begitu juga yang sensornya mendeteksi lewat kelembaban. Pada ukuran tertentu juga langsung menyala, terangnya.

Selanjutnya, setelah sukses dibuat mereka kemudian mempresentasikan secara online di hadapan dewan juri dan pihak Samsung Tech Institute

Sementara itu Kepala SMK Al Huda Suhariyono mengaku senang dengan apa yang diciptakan oleh siswanya. Dia berharap, apa yang dibuat oleh Surya dkk bisa melecut siswa lainnya agar bisa menciptakan inovasi lain. Semoga akan banyak inovasi yang diciptakan oleh siswa kami. Terima kasih untuk para pembina yang sudah setia membimbing mereka, pungkas Suhariyono. (ery)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia