Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > PERSIK KEDIRI
icon featured
PERSIK KEDIRI

Persik Kediri Ingin Liga 1 Indonesia Tetap Dilanjutkan

13 Oktober 2020, 11: 11: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

BUGAR: Pemain Persik Kediri saat berlatih di Stadion Brawijaya.

BUGAR: Pemain Persik Kediri saat berlatih di Stadion Brawijaya. (ANDHIKA ATTAR - Radar Kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Persik Kediri sangat berharap kompetisi bisa dilanjutkan musim ini. Dalam club meeting yang digelar di Jogjakarta, Selasa (13/10), manajemen Macan Putih akan menyampaikan keinginan tersebut kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB).

    Media Officer Persik Kediri Anwar Bahar Basalamah mengatakan, ada beberapa opsi yang akan diusulkan. Pertama, Persik menginginkan kompetisi dilanjutkan dengan format satu putaran. “Yang penting liga dimulai sebelum awal tahun (2021),” kata Basalamah.

    Yang kedua, jika kompetisi benar-benar dihentikan, Persik berharap ada turnamen pengganti liga. Sebenarnya usulan tersebut pernah diutarakan saat Liga 1 diliburkan pada Maret lalu. “Prinsipnya masih ada aktivitas sepak bola di tahun ini. Turnamen adalah salah satu pilihannya,” ungkapnya.

    Pertemuan dengan PT LIB itu akan diikuti seluruh klub Liga 1 dan Liga 2. Dari Persik Kediri akan diwakili Presiden Klub Abdul Hakim Bafagih dan Manajer Syarif Hidayatullah. 

    Sementara itu, di latihan pertama kemarin setelah libur 11 hari, tidak semua pemain bisa hadir. Asisten Pelatih Persik Alfiat mengatakan, total ada enam pemain yang absen latihan. “Ada beberapa kendala yang membuat mereka belum bergabung,” katanya.

    Misalnya tiga penggawa yang berprofesi sebagai polisi. Mereka adalah Reksa Maulana, Arif Setiawan dan Antoni Putro Nugroho. Alfiat mengungkapkan, ketiganya mendapatkan tugas kedinasan dari institusinya. “Suratnya izinnya sudah disampaikan kepada klub,” ujar pria yang mengarsiteki Persik juara Liga 3 2018 ini.

    Dua pemain lain, kata Alfiat, terkendala masalah transportasi. Mereka adalah Andri Ibo dari Papua dan Hasbullah Kader yang berasal dari Ternate, Maluku Utara. Diperkirakan Ibo dan Hasbullah baru tiba di Kediri pada Rabu (14/10). “Yang terakhir adalah Dimas Galih. Masih ada urusan keluarga,” ungkapnya.

    Di latihan sore tadi (12/10), Alfiat mengaku, belum berlatih berat. Tim pelatih masih fokus mengembalikan kebugaran pemain. Maklum, mereka baru saja libur selama hampir dua pekan. “Butuh 2-3 hari untuk mengembalikan kebugaran,” katanya.    

    Untuk program latihan berikutnya, tim pelatih masih perlu melihat jadwal kompetisi. Jika kompetisi dilanjutkan, intensitas latihan akan ditingkatkan. “Ketika sudah ada kepastian kompetisi (dilanjutkan), kami akan susun program latihannya,” ujar Alfiat. (tar/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia