Senin, 26 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Dua Hari Cari Mbah Djaminah

12 Oktober 2020, 14: 48: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

Cari

PELOSOK: Tim relawan gabungan menyusuri hutan Desa Wengkal, Rejoso untuk mencari Mbah Djaminah. Total ada empat regu yang selama dua hari terakhir membelah hutan untuk mencari lansia yang hilang saat mencari rumput itu. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

REJOSO, JP Radar Nganjuk-Tim Basarnas dan sejumlah relawan Nganjuk mengubek-ubek hutan Desa Wengkal, Rejoso sejak Sabtu (10/10) lalu untuk mencari keberadaan Djaminah, 90. Tetapi, hingga hari kedua pencarian kemarin, lansia yang dinyatakan hilang di hutan saat mencari rumput pada Kamis (8/10) lalu itu masih belum ditemukan.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, lansia yang tinggal di Desa Musirlor, Rejoso itu pamit mencari rumput ke hutan Desa Wengkal sekitar pukul 14.00. Biasanya, nenek tua itu sudah kembali ke rumah pukul 16.00. Tetapi, hingga hampir Maghrib korban tidak pulang. “Warga dan keluarga melakukan pencarian Jumat (9/10) hingga sore,” ujar Kepala Desa Musirlor Ismani.

Sekitar pukul 16.00 mereka hanya menemukan jejak baju dan sabit yang digunakan Djaminah di hutan Matokan, Rejoso. Sadar pencarian tidak membuahkan hasil, pihak desa lantas membuat laporan orang hilang. Mereka juga meminta bantuan Basarnas Trenggalek untuk membantu mencari Djaminah di hutan.

Hilang

Orang Hilang (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Ismani menjelaskan, sebelumnya Djaminah juga pernah tersesat di hutan. Perempuan tua itu ditemukan di lokasi yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.

Sementara itu, setelah mendapat permintaan pencarian dari Pemdes Musirlor, Basarnas Trenggalek dan relawan gabungan melakukan pencarian sejak Sabtu (10/10) lalu. Mereka melakukan pemetaan untuk menentukan titik koordinat pencarian.

Pengakuan warga yang mengaku sempat melihat Djaminah di tengah hutan yang berjarak sekitar lima kilometer dari rumahnya, jadi pertimbangan pemetaan lokasi. “Ada dua orang yang melihat Djaminah di tengah hutan. Di dekat sungai yang mengering,” urai Ismani.

Pada hari pertama pencarian Sabtu lalu, Basarnas dan relawan gabungan

melakukan pencarian di radius lima kilometer dari rumah Djaminah. “Penyapuan kami lakukan dari rumah sampai ke lokasi terakhir dia terlihat,” ujar Dantim Basarnas Trenggalek Dyan Susetyo Wibowo sembari menunjukkan peta pencarian.

Dalam radius itu, Djaminah belum juga ditemukan. Selanjutnya, relawan

memperluas pencarian hingga radius sepuluh kilometer. Semakin masuk ke dalam hutan, tim harus menghadapi medan yang menanjak dan kendala lainnya.

Salah satunya adalah banyaknya ular. Dyan menyebut, saat ini merupakan musim ular bertelur. “Ular akan lebih ganas. Makanya kami harus hati-hati,” lanjut Dyan sembari menyebut di hutan banyak semak dan tanaman jagung warga.

Tak hanya melakukan pencarian di hutan Rejoso, menurut Dyan kemarin relawan juga melakukan pencarian hingga hutan Ngluyu. Mereka juga sudah berkoordinasi dengan Perhutani Bojonegoro terkait raibnya Djaminah sembari mengirim fotonya.

Hingga kemarin menurutnya total ada sekitar 50 relawan yang melakukan pencarian. Mereka dibagi menjadi empat regu yang masing-masing beranggotakan 10-15 orang. Selain Basarnas dan BPBD Nganjuk, pencarian juga dilakukan oleh tim SAR Ngawi, Madiun, banser, relawan Senopati, Pramuka, hingga LPBI NU. “Semua ikut melakukan pencarian karena memang lokasinya luas,” tandas Dyan menyebut pencarian dilakukan mulai pukul 07.00 hingga pukul 17.00.

Kronologi:

-Djaminah berangkat ke hutan untuk mencari rumput sekitar pukul 14.00 Kamis (8/10)

-Jumat (9/10) warga dan keluarga melakukan pencarian, mereka hanya menemukan baju dan sabit Djaminah

-Basarnas dan relawan gabungan mulai melakukan pencarian sejak Sabtu (10/10)

-Kesaksian warga yang mengaku pernah melihat Djaminah di radius lima kilometer dari rumah jadi penentuan titik lokasi pencarian

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia