Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Rekam Sejarah di Koleksi Museum Anjuk Ladang

Jejak Perubahan Zaman

12 Oktober 2020, 14: 29: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

Arca

Sejarah (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

Museum Anjuk Ladang menyimpan ratusan koleksi benda-benda bersejarah yang ditemukan di Kota Angin. Minggu lalu, disparporabud mengkaji sejumlah koleksi musem yang jarang ditemukan di daerah lain.

Sejumlah benda bersejarah mulai arca hingga gerabah dibahas secara mendalam. “Yang paling banyak dibahas itu tentang gerabah,” ujar Amin Fuadi, kasi Sejarah, Tradisi Seni, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Nganjuk.

Hal itu bukannya tanpa alasan. Lewat temuan gerabah, perkembangan kebudayaan bisa dipelajari. Sebab, perkembangan gerabah ini mengikuti budaya manusia kala itu. Mulai masa neolitikum, mesolitikum, hingga masa perundagian.

Misalnya, pada masa neolitikum, cara pembuatan gerabah terutama untuk alat bercocok tanam biasa. “Masa itu, gerabah digunakan untuk menyimpan hasil panen,” lanjut Amin.

Pada masa perundagian, muncul gerabah paleometalik. Yakni, tradisi seni tuang logam. Saat itu, sudah ada kemajuan dalam pembuatan gerabah menggunakan tatap batu dan pemutar pelandas.

Gerabah tidak hanya dipakai untuk menyimpan hasil pertanian. Melainkan juga menjadi alat untuk rumah tangga. Misal, tempat air, memasak makanan, dan untuk menyimpan makanan serta barang lainnya. “Dari sini terlihat gerabah cukup memegang peranan penting dan tidak tergantikan,” terang Amin.

Bergeser ke masa Hindu-Buddaha, perajin gerabah sudah menjadi pekerjaan khusus yang diurus negara. Perajin gerabah disebut sebagai mangdyun atau juru gusali. Mereka yang melakukan aktivitas jual beli gerabah pada Hindu-Budha sudah dikenai pajak.

Barulah di era Majapahit gerabah dari bahan tanah liat mencapai puncak kemegahannya. Perajin semakin memperluas kemampuannya membuat bahan bangunan dari tanah liat. Mulai dari lantai segi enam, parit, dan kolam. Lainnya adalah candi , saluran air, dan jobong serta barang perhiasan. “Pembuatan benda dari tanah liat dalam lintasan zaman dari prasejarah hingga Hindu-Budha dan Islam.” urainya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia