Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > PERSIK KEDIRI
icon featured
PERSIK KEDIRI

Tunggu Kejelasan, Libur 11 Hari

02 Oktober 2020, 17: 15: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

JAGA KEKOMPAKAN: Pemain Persik Kediri diliburkan manajemen sembari menunggu keputusan PSSI dan PT LIB terkait dengan kelanjutan kompetisi musim ini.

JAGA KEKOMPAKAN: Pemain Persik Kediri diliburkan manajemen sembari menunggu keputusan PSSI dan PT LIB terkait dengan kelanjutan kompetisi musim ini. (ANWAR BAHAR BASALAMAH/JPRK)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri- Manajemen Persik Kediri memutuskan untuk meliburkan aktivitas latihan tim selama 11 hari. Terhitung mulai kemarin sampai 11 Oktober 2020.

Presiden Klub Persik Kediri Abdul Hakim Bafagih mengatakan, keputusan tersebut sejatinya berat. Namun, tidak ada solusi lain yang dapat diambil. “Akhirnya kami putuskan untuk meliburkan aktivitas tim untuk sementara waktu,” ujarnya.

Kebijakan serba sulit yang akhirnya diambil itu merupakan buah dari ditundanya Liga 1. Hakim mengaku, PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menyampaikan kepada klub status kompetisi musim ini. Lantaran tak turun izin keramaian dari Polri, operator liga tersebut memutuskan untuk menunda kompetisi selama satu bulan.

Penundaan tersebut tidak lantas dapat dijadikan patokan pasti. Dia mengaku, belum ada kejelasan kapan Liga 1 dapat bergulir kembali. “Kami mempertimbangkan efektivitas latihan, sementara kompetisi belum ada jaminan bisa dilanjutkan lagi bulan depan,” tandasnya.

Meski begitu, manajemen berharap, para pemain dapat menjaga kebugaran dan mentalnya. Tak hanya para pemain. Tim kepelatihan dan ofisial juga diharapkan dapat menjaga kondisi agar tetap prima.

“Karena itu diharapkan pemain tetap melakukan latihan mandiri di rumah masing-masing,” imbuh Hakim.

Dia berharap, segera ada kejelasan kelanjutan Liga 1. Sebab, hal tersebut menyangkut keberlangsungan aktivitas klub. Termasuk dengan program latihan dari tim pelatih kepada para pemain.

“Sejak awal kami sudah mewanti-wanti kompetisi di tengah pandemi sangat berisiko. Jika tidak dipertimbangkan dengan baik, akan merugikan semua klub,” tegasnya.

Pelatih Persik Budi Sudarsono mengatakan sepakat para pemain harus tetap menjaga kondisi kebugaran agar tetap prima. Begitu pula dengan mental dan psikologis juga perlu ditata. “Kondisinya memang tidak normal. Kita harus tetap siap di luar maupun di dalam lapangan,” pungkasnya. (tar/baz)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia