Jumat, 30 Oct 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Panen Berakhir, Harga Mulai Terkerek Naik

30 September 2020, 15: 02: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

Brambang

MULAI MAHAL: Penjual bawang merah di Pasar Sukomoro memilah bawang merah dagangan mereka. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Panen raya bawang merah telah berakhir pada minggu ketiga September. Stok yang tak lagi melimpah membuat harga di pasaran mulai terkerek. Kemarin, harga di tingkat pengecer mencapai Rp 17-18 ribu per kilogram.

Paisri, 66, salah satu pedagang di Pasar Sukomoro mengatakan, kenaikan harga terjadi sejak 2-3 hari lalu. “Naik sekitar Rp 3-4 ribu,” ungkapnya.

Dengan harga yang mulai berfluktuasi, perempuan tua itu mengaku tak berani kulakan dalam jumlah besar. Yakni, hanya satu karung saja tiap harinya. Jika dagangannya habis, dia baru mengambil lagi dari pengepul.

Hingga kemarin, harga bawang merah basah dari pengepul sekitar Rp 16-17 ribu. Adapun untuk bawang merah perotolan lebih mahal lagi. Yaitu, mencapai Rp 20 ribu per kilogram. Harga yang lebih mahal lagi untuk jenis ombyokan. Yaitu, mencapai Rp 25 ribu per kilogram.

Terkait kenaikan harga bawang merah pada akhir September ini, Paisri menyebut hal itu tak lepas dari mulai habisnya panenan petani. Meski demikian, menurutnya hingga kemarin stok lokal masih mencukupi.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Nganjuk Judi Ernanto menjelaskan, saat ini para petani memang mulai menanam bawang merah lagi. Sesuai masa tanam, mereka baru akan memanen akhir November atau pada Desember nanti.

Baik pedagang maupun petani, menurut Judi sudah memiliki hitungan tentang masa tanam ini. Karenanya, mereka juga sudah menyiapkan stok bawang merah. Baik untuk dijual maupun untuk ditanam pada masa tanam selanjutnya. “Tahu harus mengeluarkan kapan dan menjual kapan,” jelas Judi.

Lelaki berkacamata itu menambahkan, saat harga naik, para petani juga sudah menyiasatinya. Di antaranya, dengan menyimpan panenan untuk bibit agar mereka tak perlu membeli dengan harga mahal.  “Mereka sudah bisa menyiasati,” urainya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia