Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Events
icon featured
Events
KONTES BETTA

Ribuan Cupang ‘Kumpul’ di SLG

26 September 2020, 13: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

KECIL: Sarjono menunjukkan ikan betta miliknya. Hari ini akan berlangsung kontes ikan berukuran mini tersebut.

KECIL: Sarjono menunjukkan ikan betta miliknya. Hari ini akan berlangsung kontes ikan berukuran mini tersebut. (PUSPITORINI DIAN H./JPRK)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Kontes ikan yang paling ditunggu-tunggu akan hadir mulai hari ini. Yaitu Kediri Betta Contest-Bettamorphosis 2020. Kontes ikan pertama kalinya yang digelar selama masa pandemi  Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Aturan superketat protokol kesehatan pun diterapkan. Ribuan peserta dari seluruh Indonesia diperkirakan akan beradu dalam kompetisi yang sudah digelar kali ketujuh ini. Tetapi, karena aturan protokol kesehatan, kini tak seluruh peserta hadir di acara yang digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) ini Sabtu-Minggu (26-27/9).

“Kami menerapkan sistem handling. Ada sekitar 25 orang yang tersebar di seluruh Indonesia yang sudah ditunjuk (menjadi perwakilan),” terang Yusuf Saputra, ketua Kediri Betta Club sebagai panitia penyelenggara.

Handling berada di kota-kota di mana penghobi cupang berada. Di antaranya dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Batam, Lampung, Semarang, Solo, Purwokerto, hingga Bali. Sementara khusus Jawa Timur, ada di semua kota. “Sampai kemarin, sudah banyak daerah dari luar Jawa yang mendaftar. Tapi, kepastiannya baru besok (hari ini) karena pendaftaran baru dibuka besok pagi hingga pukul 12.00,” bebernya.

Sebenarnya, terang Yusuf, kegiatan awalnya digelar 24-26 Maret lalu. Tetapi, karena pandemi, kegiatan batal di H-3. Awalnya kegiatan digelar untuk tingkat Internasional. Saat itu sudah ada peserta dari Singapura, Malaysia, dan Filipina yang mendaftar. Tapi sekarang kegiatan dibatasi hanya untuk peserta Indonesia.

“Semua peserta perwakilan (handling, Red) kami minta menerapkan protokol kesehatan khusus. Mereka wajib menyerahkan bukti tes bebas Covid-19,” terangnya. Tak hanya itu, seluruh peserta juga diwajibkan untuk menggunakan masker selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, agar mencegah kerumunan, akan disediakan tiga layar besar yang dihubungkan dari lokasi kegiatan. “Tujuannya biar peserta bisa melihat proses penjurian sehingga bisa dijamin fair play,” terangnya. Sementara selama kegiatan, tempat penjurian cupang akan disterilkan dari peserta.

Salah satu juri yang akan menilai para peserta adalah Sarjono. Pembudidaya yang juga perwakilan International Betta Congress Chapter Kediri ini menjadi satu-satunya juri dari Kediri. Sementara empat juri lainnya langsung didatangkan dari Jakarta.

“Ada total 58 kelas yang akan dilombakan,” terang pria berkacamata ini. Terdiri dari 45 kelas reguler dan 13 kelas optional. Pria yang sudah bergelut di dunia ikan cupang selama 14 tahun ini berharap ada ribuan peserta lomba yang bisa mengikuti kegiatan ini.
Menurutnya, pandemi Covid-19 tidak menghalangi antusiasme para peserta mengikuti kontes ikan betta. Terbukti, hampir setiap kota sudah menggelar kontes. “Apalagi, sekarang peminatnya justru semakin meningkat selama pandemi,” bebernya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nurhafid berharap adanya kontes ini bisa memotivasi para pembudidaya yang ada di Kabupaten Kediri. Bahkan, Kediri sudah dikenal menjadi sentra pembudidaya ikan betta terbesar di Indonesia. “Keberadaan para peserta yang datang ke Kediri ini juga kian mengenalkan Kediri sebagai sentra pembudidaya ikan betta,” tegasnya.

Saat ini, produksi ikan cupang di Kediri sebanyak 102 juta ekor per tahun. Sentra budidaya tersebar di Kecamatan Ngadiluwih, Gurah, Kras, Kandat, dan Ngasem. Meski produksinya termasuk tinggi, peminat ikan ini masih terus bertambah. Khususnya selama masa pandemi Covid-19 atau selama lima bulan terakhir.

Tak hanya menggelar kompetisi, dinas perikanan juga menggelar sejumlah kegiatan seperti pelatihan untuk para pembudidaya. Bahkan untuk mengawali kontes hari ini akan digelar seminar ikan cupang mulai pukul 09.00. “Kegiatan akan berlangsung off-line dan on-line. Yang off-line hanya untuk tamu undangan,” terangnya.

Seminar akan mendatangkan dua pembicara. Mereka akan bicara tentang kriteria dan cara memelihara ikan grade show dan cara yang tepat untuk bisa mendapat keuntungan maksimal. (dea/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia