Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Limbah Ngepung Segera Disidangkan

Pengepul Asalum Ditetapkan sebagai Tersangka

19 September 2020, 12: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Limbah

TINDAK TEGAS: Tim Balai Gakkum KLHK menutup tempat penyimpanan limbah di Dusun Satak, Desa Ngepung, Patianrowo yang kasusnya akan segera disidangkan. (Dokumen Balai GAKKUM KLHK for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Proses penyidikan limbah B3 abu slag alumunium (asalum) di Dusun Satak, Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo akhirnya rampung. Kasus ini baru menggeret Suyanto, 56, pemilik limbah asal Jombang sebagai tersangka. Berdasar hasil penyidikan, Suyanto disangka melanggar pasal 104 jo pasal 60 Undang Undang RI No.32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra Muhammad Nur mengungkapkan, tersangka juga terancam pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp 3 miliar. “Pada tahap kedua, tersangka akan diserahkan untuk ditahan,” ujarnya.

Selain menyerahkan tersangka, penyidik juga akan menyerahkan berkas sekaligus barang bukti ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur di Surabaya. Barang bukti yang diserahkan berupa berita acara pemusnahan barang bukti pada 29 Juli lalu. Yakni, limbah seberat 100,12 ton yang dikirim ke pabrik semen di Tuban.

Ditanya terkait pelaksanaan sidang, menurut Nur akan dilakukan

 setelah pelimpahan tahap dua. Terkait tempatnya, Nur menyebut hal itu kewenangan dari kejati. Yakni, apakah akan disidangkan di Jombang atau di Nganjuk.

Dalam proses penegakan hukum soal tindak kejahatan lingkungan ini, Nur menegaskan, penyidik Balai Gakkum KLHK sudah bekerja profesional. Sebelum dilakukan penetapan tersangka, mereka sudah melakukan verifikasi lapangan dan mengumpulkan bahan keterangan.

Setelah semuanya tuntas, tahap berikutnya baru dilakukan penyidikan. Dari hasi penyidikan itulah diketahui bahwa Suyanto telah melakukan pelanggaran sesuai Undang Undang RI No 32 tahun 2009.  “Dari hasil penyidikan, tersangka S ini berperan sebagai pengepul (limbah asalum, Red),” terangnya.

Di kasus ini, Nur tidak mengelak jika masih terbuka kemungkinan tersangka lainnya. Penyidik menurutnya masih melakukan pengembangan. Baginya, penegakan hukum terkait dengan lingkungan hidup ini penting  dilakukan agar ada efek jera.

Terpisah, Kasi Pidum Kejaksaan Nganjuk Roy Ardian Nur Cahya mengaku belum mendapat pemberitahun terkait perkara limbah B3 asalum di Dusun Satak, Desa Ngepung, Patianrowo. “Kalau lokusnya di Nganjuk, biasanya nanti kami diberi tahu untuk persidangannya. Sampai saat ini belum ada informasi terkait dengan perkara tersebut,” jelasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia