Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelanggar Prokes Masih Tinggi

Kota – Kabupaten Tak Ada Penambahan Kasus

19 September 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

TANPA MASKER: Petugas gabungan memberi sanksi tertulis kepada seorang pelanggar protokol kesehatan (prokes).

TANPA MASKER: Petugas gabungan memberi sanksi tertulis kepada seorang pelanggar protokol kesehatan (prokes). (FAJAR RAHMAD/JPRK)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Upaya menertibkan warga Kediri agar patuh pada protokol kesehatan (prokes) terus dilakukan. Hasilnya, tim penertiban masih saja menindak pelanggar. Jumlahnya juga relatif banyak. Mencapai ratusan orang pelanggar per hari.

Kemarin misalnya, operasi yustisi juga berlangsung di beberapa tempat. Tim yang terdiri dari polisi, satpol PP, dan wakil dari pengadilan memusatkan operasi di Terminal Tamanan sekitar pukul 09.00. Sedangkan di tiap polsek juga berlangsung operasi yustisi secara bersamaa.

Hasilnya, total ada 166 orang mendapat sanksi karena pelanggaran prokes. Mereka mendapat sanksi mulai dari peringatan lisan hingga denda.

Wakapolres Kediri Kota Kompol Wachid Arifaini mengatakan, jumlah pelanggar masih belum menunjukkan penurunan. Alasan mereka juga masih sama. Sebagian menganggap tak perlu masker karena jarak bepergian mereka dekat. Atau beralasan baru saja makan sehingga lupa memakai masker kembali. Bahkan ada yang protes karena tak memakai masker karena berada di dalam mobil.

“Masyarakat sebenarnya paham dengan pentingnya kesehatannya. Namun mereka terkadang juga lalai karena memakai masker hanya pada waktu dan tempat tertentu saja,” jelas Wachid.

Wakapolres lulusan perguruan tinggi agama Islam itu menjelaskan bila seminggu lagi Polresta akan lakukan evaluasi perihal tingkat disiplin masyarakat terhadap prokes. Hal itu juga dibarengi dengan melihat perkembangan pemakaian masker dari masyarakat Kota Kediri.

Dalam operasi kemarin juga diwarnai penurunan nilai denda. Kalau sebelumnya pelanggar didenda Rp 100 ribu, kemarin  menjadi hanya Rp 50 ribu.

“ Pihak pengadilan selama dua hari itu tidak ikut giat, sehingga mereka kurang setuju dengan biaya denda yang kami tentukan. Lalu biaya denda  kami kembalikan menjadi Rp 50 ribu,” ujar Wachid yang ditemui di lokasi operasi.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri memastikan ada santunan bagi ahli waris pasien positif yang meninggal. Jumlahnya sebesar Rp 15 juta.

“Proses pengajuannya melalui dinsos (dinas sosial, Red),” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 dr Fauzan Adima.

Hingga saat ini jumlah warga Kota Kediri yang meninggal karena korona berjumlah 10 orang. Dengan kasus meninggal pertama  terjadi Senin (1/6) dan yang terakhir Rabu (16/9). Namun hanya enam kasus yang diusulkan mendapat santunan. Sisanya masih dalam pengurusan administrasi.

Mekanis pengurusan, yaitu dengan melampirkan surat keterangan meninggal korban Covid-19. Baik dari puskesmas, rumah sakit, atau dinkes setempat. Ditambah, beberapa kelengkapan dokumen pendukung lainnya.

Nantinya, bantuan akan ditransfer ke rekening keluarga korban. Karena itu pemohon juga harus melampirkan fotokopi rekening bank yang masih aktif.

Selain itu Fauzan juga mengabarkan ada penambahan pasien sembuh.

“Ada tiga tambahan pasien yang sembuh,” ungkap pria yang juga Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri tersebut. Tambahan itu membuat pasien sembuh di Kota Kediri mencapai 132 kasus.

Tidak adanya penambahan kasus juga terjadi di Kabupaten Kediri. Namun demikian GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri berharap masyarakat tidak lalai.

“Kami setiap hari masih edukasi ke warga yang terkonfirmasi. Terutama yang isolasi mandiri di rumah,” jelas Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet Turmudi.

Hal senada juga diungkapkan jubir GTPP dr Ahmad Chotib. Dia menegaskan bahwa kondisi darurat pandemi di Kabupaten Kediri memang belum bisa dikatakan normal. Artinya belum benar-benar kondusif. Saat ini zona oranye masih menjadi status daerah ini.

“Protokol kesehatan yang ketat harus dilakukan secara berkelanjutan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB, Red) saat ini,” pesannya.(jar/tar/din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia