Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Umpak Batu Prasasti Membendung Parit

19 September 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

PENAHAN AIR: Benda dari batu andesit yang diperkir akan umpak prasasti.

PENAHAN AIR: Benda dari batu andesit yang diperkir akan umpak prasasti. (MOCH. DIDIN SAPUTRO/JPRK)

Share this          

Dari sekian banyak temuan di Desa Pagu belum ada bukti tertulis berupa prasasti. Tapi ada satu penemuan yang diperkirakan berupa tempat prasasti.

Persawahan itu berada di perbatasan dua dusun. Dusun Dawung dan Dusun Sumberurip. Di perbatasan dua dusun yang ada di Desa Pagu, Kecamatan Wates itulah banyak ditemukan temuan-temuan benda purbakala.

Beberapa temuan itu seperti batu gilang, kamuncak, atau umpak batu berbentuk persegi. Sayangnya, kamuncak yang ditemukan di persawahan tersebut beberapa tahun lalu saat ini sudah tak ada. Hilang dicuri orang yang tak bertanggung jawab.

Beberapa temuan lain bernasib lebih bagus. Sempat diamankan di balai desa. Temuan-temuan yang selamat itu baik yang berbahan andesit maupun bata kuno.

Tidak semua benda purbakala temuan itu dibawa ke balai desa. Ada benda dari batu andesit yang tetap berada di lokasi penemuan. Benda itu berupa umpak dengan lubang berbentuk persegi panjang di bagian tengah. Kondisinya masih bagus. Hanya pecah di salah satu sisi saja.

“Sekarang kondisinya tertutup tanah dan rerumputan,” terang staf Pemerintah Desa Pagu Masfuat Zhian El Hidayatullah.

Benda lawas ini sebelumnya digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Membendung aliran sungai. Sebagai pengalih arus pengairan sawah warga. Mereka sepertinya tak menyadari nilai sejarah batu tersebut.

Kembali ke umpak tersebut, pada salah satu sisi lubang pecah. Lubang ini di bagian atas memang berbentuk bujur sangkar. Namun, kian ke bawah semakin mengerucut. Hingga membentuk kubus besar. Lubang yang berganti menjadi bentuk kubus itu, dari permukaan tanah, sekitar 40 centimeter.

Kedalaman dasar dari lubang itu masih belum diketahui. Karena menancap di tanah.

Areal penemuan umpak yang diduga merupakan dasar atau tempat sebuah prasasti ini masih dalam satu lingkup penemuan dugaan bekas permukiman kuno. Yakni lahan yang banyak ditemukan pecahan gerabah, tembikar, dan bata kuno.

Pemerhati sejarah Kabupaten Kediri Novi Bahrul Munib mengatakan bahwa ada yang menarik dalam kasus penemuan-penemuan di Desa Pagu ini. Meskipun batu andesit itu diperkirakan sebagai bagian dari prasasti tapi belum pernah ada penemuan prasasti di area ini. Bahkan, batu dengan enskripsi catatan berhuruf Jawa kuno pun belum pernah ditemukan.

“Sementara ini hanya ada bata kuno berinskripsi bertuliskan ‘Sri’ saja yang pernah ditemukan,” jelasnya.

Keberadaan umpak itu memperkaya bukti peninggalan bersejarah di desa ini yang kian beragam. Menjadi bukti awal adanya peradaban yang cukup besar di desa tersebut. Melengkapi indikasi keberadaan bangunan suci saja seperti penemuan yoni dan arca dewa.

Penemuan itu juga menegaskan bahwa tempat ini tak hanya ada instalasi pengairan kuno. Yang dibuktikan dengan banguan terowongan dan batu andesit berbentuk beton buis. Atau bukan hanya permukiman kuno. Tapi ada juga bukti lain yang diduga ada sebuah prasasti. Sayang, hingga kini prasasti itu belum ditemukan. Masih terpendam entah di mana. (din/fud/habis)

‘Umpak’ Prasasti

Bahan                  : Batu andesit

Tinggi                  : 25 cm

Panjang                : 50 cm

Lebar                   : 50 cm

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia