Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Ada Terowongan Bata Kuno Memotong Kali

18 September 2020, 16: 39: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

Terowongan Bata Kuno Memotong Kali

Terowongan Bata Kuno Memotong Kali (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

Menapak Puing Peradaban Kuno di Pagu, Wates (12)

Ada Terowongan Bata Kuno Memotong Kali

Bekas reruntuhan terowongan kuno di Desa Pagu tak hanya ada di Dusun Krebet. Di Dusun Sumberurip juga ada, meskipun kini sudah diuruk kembali.

Peradaban di Desa Pagu sudah maju di masa lampau. Terutama terkait sistem irigasi. Hal ini dibuktikan dari penemuan benda-benda yang mengindikasikan adanya instalasi keairan di kawasan ini.

Dari beberapa temuan, instalasi keairan itu tak hanya ada di satu titik saja. Di titik lain juga menunjukkan bukti adanya instalasi air bawah tanah. Salah satunya adalah penemuan struktur bata kuno di Kali Pesu. Namun kali ini ada di Dusun Sumberurip. Tepat di sebelah timur Dusun Pagu. Lokasi ini berada di utara desa.

Struktur terowongan kuno ditemukan di tebing sungai. Berjarak tujuh meter dari bibir sungai pada kedalaman 2,8 meter. Sementara panjang terowongan adalah 5 meter. Menempel pada dinding dengan orientasi tenggara – barat laut.

“Karena ada longsoran sehingga struktur terowongan hanya terlihat sebagian,” kata Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko.

Dari catatan hasil ekskavasi oleh BPCB Jatim pada laporan penetapan cagar budaya Kabupaten Kediri 2018, pada struktur sisi barat terlihat bentuk lubang terowongan secara utuh. Dan apabila ditarik garis lurus ke arah barat maka terowongan ini seharusnya memotong aliran Kali Pesu.

Hanya saja saat ini kondisi struktur itu tak utuh lagi. Banyak reruntuhan bata kuno yang diambil masyarakat. Bahkan, setelah ekskavasi pada 2012 lalu, struktur yang merupakan salah satu instalasi keairan itu ditutup lagi mernggunakan plastik dan diuruk tanah.

Pemerhati sejarah Kabupaten Kediri Novi Bahrul Munib menyebut penemuan itu sangat menarik. Sama menariknya dengan penemuan bekas permukiman zaman dulu dan tempat pemujaan. Mengingat kedalamannya rata-rata lebih dari 2,5 meter. Sementara ini total ada tiga titik terowongan. Diindikasikan sebagai saluran air masa lalu.

“Saluran air di kawasan ini diduga dari mata air ubalan yang saat ini sudah tidak keluar airnya lagi. Yaitu di ujung timur desa,” ujarnya.

Kemungkinan lain, sumber air Complang yang saat ini sudah hilang kemungkinan juga pernah dialirkan melalui terowongan ini. Adanya beberapa arca di sumber tersebut juga mengindikasikan bahwa dahulu ada upaya religi untuk melestarikan sumber air tersebut dari kekeringan maupun kerusakan. (din/fud/ bersambung).

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia