Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Perketat Protokol, Minta Perusahaan Rapid Test

17 September 2020, 12: 20: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

Perkembangan Covid-19 di Nganjuk (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Share this          

Sementara itu, munculnya klaster Covid-19 dari dua perusahaan rokok membuat pemkab mengambil langkah pencegahan agar kasus tak meluas lagi. Yakni, dengan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat di perusahaan dan industri. Mereka juga diminta melakukan rapid test pekerjanya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakerkop UM) Agus Frehannedy mengatakan, pemkab berupaya mencegah agar tidak ada lagi temuan klaster baru korona di perusahaan. “Jangan sampai perusahaan berhenti beroperasi gara-gara pekerjanya tertular korona,” ujar Agus.

Untuk diketahui, selain di pabrik rokok Mangga Gandeng yang total pekerja reaktif mencapai 110 orang, kasus Covid-19 juga ditemukan di pabrik rokok Sampoerna. Bedanya, jika di Mangga Gandeng ditemukan banyak yang reaktif, di Sampoerna penularan bisa dicegah setelah perusahaan meliburkan karyawan yang kontak erat.

Penyebaran korona di dua pabrik rokok itu menurut Agus jadi pelajaran berharga. Pemkab meminta perusahaan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat. Selain mengecek suhu tubuh menggunakan thermo gun, pemberian vitamin, sarana cuci tangan, dan pemakaian masker. Melainkan, perusahaan harus melakukan rapid test secara acak kepada pekerja.

Jika ada yang hasilnya reaktif, menurut Agus bisa dilanjutkan dengan tes swab. Sehingga, bisa dipastikan apakah ada karyawan yang terkena Covid-19 atau tidak. “Ini bentuk mitigasi,” terangnya.

Untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan sudah ditaati dan dipatuhi, dalam waktu dekat pemkab akan melakukan inspeksi mendadak (sidak). Tidak hanya mengecek fasilitas untuk penanganan covid-19. Melainkan juga melihat penerapan physical distancing.  

Sementara itu, kemarin RSUD Nganjuk kembali melakukan tes swab terhadap 22 orang. Dari mana mereka? Ditanya demikian, Mei mengaku tak tahu latar belakang mereka.

Dia hanya menyebut, dari 22 orang yang dites, sebanyak 11 orang di antaranya sudah menjalani swab kedua. Adapun 11 lainnya baru menjalani tes kali pertama.  “Hasilnya belum ada yang keluar,” jelasnya.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 dr Hendriyanto menyebutkan, hingga kemarin juga belum ada laporan terkait hasil swab yang diikuti oleh pekerja pabrik rokok. “Harusnya masih menunggu beberapa hari,” tandasnya.

Di luar perkembangan klaster pabrik rokok Mangga Gandeng, menurut Hendri kemarin kembali ada penambahan empat orang yang dinyatakan positif korona. Mereka adalah perempuan berusia 55 tahun asal Bagor yang dirawat di RSUD Kertosono. Dia punya keluhan batuk dan sesak.

Lalu, tiga pasien lainnya tertular setelah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi 306. Yakni, laki-laki berusia 21 tahun asal Sawahan yang dirawat di Pu Sindok, serta laki-laki berusia 26 tahun asal Gondang yang juga dirawat di Pu Sindok.

Yang terakhir, keluarga pasien terkonfirmasi ke 306, yakni perempuan 41 tahun asal Loceret. “Pasien ini menjalani isolasi mandiri, sejauh ini belum ada keluhan apapun dari pasien,” terang pria yang juga sekretaris dinas kesehatan itu.

Dengan penambahan empat pasien kemarin, kasus Covid-19 Nganjuk mencapai 387 orang. “Total pasien sembuh ada 268 orang. Hari ini ada tambahan satu pasien sembuh,” imbuh Hendri tentang kepulangan perempuan berusia 55 tahun asal Baron tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia