Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

SMAN 1 Berbek Ikut Di-lockdown

Jadi Zona Merah, SMAN 1 Prambon Urung Uji Cob

17 September 2020, 12: 18: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

Sekolah

URUNG TATAP MUKA: Kacabdisdik Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno berdialog dengan pengurus OSIS SMAN 1 Prambon kemarin. Sekolah di ujung timur Nganjuk itu batal memulai pembelajaran karena daerahnya zona merah. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

PRAMBON, JP Radar Nganjuk-Jumlah sekolah yang di-lockdown setelah sekolahnya terpapar Covid-19 atau berada di daerah zona merah bertambah lagi. Setelah SLB Dharma Bakti Patianrowo dan SMKN 2 Nganjuk, minggu ini giliran SMAN 1 Berbek yang ditutup sementara. Hal tersebut menyusul banyaknya pekerja pabrik rokok Mangga Gandeng di Desa Patranrejo, Berbek yang dinyatakan reaktif.

Kacabdisdik Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno mengungkapkan, lockdown terhadap SMAN 1 Berbek dilakukan selama 14 hari ke depan. “Diputuskan di-lockdown agar penyebaran tidak sampai meluas ke sekolah,” ujar Edy tentang penutupan sementara sekolah ketiga tersebut.

Selain tiga sekolah tersebut, menurut Edy uji coba pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Prambon juga dibatalkan. Hal itu menyusul status zona merah di Desa Sugihwaras setelah warganya ada yang terinfeksi korona.

Edy menjelaskan, uji coba pembelajaran tatap muka tetap memprioritaskan keselamatan siswa. Karenanya, begitu kondisi dirasakan kurang mendukung, akan diputuskan untuk ditutup sementara. Bagi sekolah yang baru akan memulai, langsung dibatalkan.

Sejauh ini, kata Edy, prioritas pembelajaran masih mengandalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Agar pembelajaran online atau daring itu efektif, Edy berujar pihaknya sudah membagikan kuota internet kepada puluhan ribu siswa di Nganjuk.  “Total yang menerima ada 37.937 siswa,” terangnya.

Masing-masing siswa menurut Edy mendapat jatah 10 gigabite. Kuota tersebut khusus untuk pembelajaran. Seperti google meet, zoom, google class dan aplikasi sejenisnya.

Berbeda dengan kuota umum, kuota untuk pelajar ini tidak bisa digunakan untuk mengakses sembarang konten. “Tidak bisa untuk main game. Hanya bisa untuk belajar. Ini efektif,” jelasnya.

Dengan bantuan kuota tersebut, Edy berharap  pembelajaran jarak jauh  bisa dimaksimalkan. Bagaimana dengan siswa yang tidak memiliki gawai? Ditanya demikian, Edy menyebut pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Pemprov Jatim.  “Sementara kuota yang dibagi distok dulu,” tandasnya terkait jatah siswa yang tidak memiliki gawai tersebut.

Edy meyakini, dari puluhan siswa SMA/SMK hingga SMALB di Nganjuk, hanya sedikit yang belum memiliki gawai. Demikian juga dengan siswa yang orang tuanya tidak memiliki ponsel.

Sementara itu, meski bantuan kuota sudah mulai didistribusikan, hingga kemarin belum bisa langsung digunakan. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Prambon Sa’roni menjelaskan, dari kuota yang diberikan belum semuanya nyambung dengan sistem di SMAN 1 Prambon. “Masih harus disinkronkan agar bisa digunakan,” tuturnya.

Jika sudah bisa digunakan, Sa’roni memprediksi  kuota 10 gigabite itu hanya bisa bertahan selama satu minggu saja. Setelah kuota habis, per siswa bisa isi ulang Rp 5 ribu per satu gigabite.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia