Selasa, 20 Oct 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bisa Pilih Menyapu atau Menyanyi

Giatkan Razia Pemakaian Masker

17 September 2020, 12: 15: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

Razia

MINGGIR DULU: Seorang pengendara sepeda digiring masuk ke halaman PN Nganjuk oleh petugas satpol PP dan polisi karena kedapatan tak memakai masker. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk –Razia kedisiplinan pemakaian masker terus digiatkan oleh satpol PP, polisi dan beberapa unsur lainnya. Kemarin, razia digelar di Jl Dermo Joyo, Kelurahan Payaman, Nganjuk. Total ada belasan orang yang terjaring.

Razia digelar mulai pukul 09.30. Tim beranggotakan belasan orang mencegat pengendara tak bermasker yang melintas di depan Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk. Hingga pukul 11.30, total ada 11 orang yang terjaring.

Begitu melihat pengendara tak bermasker baik dari arah barat atau timur, tim gabungan langsung menggiring mereka untuk masuk ke halaman PN Nganjuk. Di sana, tim lain sudah siap melakukan pendataan dan menentukan sanksinya.

Razia

SANKSI: Warga yang tidak memakai masker bersiap menyapu halaman PN Nganjuk. (Iqbal Syahroni- radarkediri.id)

Ada dua opsi hukuman yang diberikan. Mulai menyanyi hingga menyapu halaman. Suhartini, 52, salah satu warga yang terjaring memilih menyanyi lagu Garuda Pancasila. Dia tidak mau menyapu karena terburu-buru mau ke pasar. “Maskernya masih saya cuci,” ujar Suhartini sambil tersenyum.

Selesai menyanyi, kemarin Suhartini langsung diberi masker oleh petugas. Sebagai gantinya, dia diminta membuat surat pernyataan tak akan mengulangi pelanggarannya.

Tak hanya sendiri, Suhartini kemarin terjaring razia bersama sang suami. Bedanya, suaminya tidak kena hukuman karena sudah membawa masker. Tim meminta pria tua itu untuk segera memakai maskernya.

Sementara itu, Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol PP Nganjuk Sujito menjelaskan, razia kedisiplinan pemakaian masker akan digelar secara rutin. Pasalnya, jika dilihat dari pantauannya selama beberapa hari terakhir, masih banyak masyarakat yang terlihat menyepelekan pandemi Covid-19 ini. “Sebagian mengaku lupa, ada juga sih yang membawa tapi hanya dikalungkan di leher atau di dagu,” bebernya.

Dalam kesempatan kemarin menurut Sujito tim gabungan sekaligus juga memberikan sosialisasi. Yakni, terkait razia yang menegakkan Inpres No.6/2020 tersebut.

Untuk diketahui, selama tiga hari terakhir razia masker sudah menjaring 42 orang pelanggar. Puluhan orang tersebut selama ini masih diberi sanksi ringan. Meski, sesuai peraturan bupati ada sanksi berat hingga pemberian denda.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia