Kamis, 22 Oct 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tak Hanya Berkutat dengan Donor Darah

Relawan PMI Ikut Hadapi Pandemi

17 September 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

DEDIKASI: PMI Kota Kediri bersama relawan dan tim terkait melakukan pengabutan disinfektan di sejumlah jalan protokol kota kemarin.

DEDIKASI: PMI Kota Kediri bersama relawan dan tim terkait melakukan pengabutan disinfektan di sejumlah jalan protokol kota kemarin. (HABIBAH A. MUKTIARA)

Share this          

Selama masa pandemi Covid-19, Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Kediri juga turun tangan. Mereka terlibat langsung dalam pengabutan dan penyemprotan disinfektan di lembaga pendidikan yang tersebar di Kota Tahu.

Ketua PMI Kota Kediri Indrakso melalui sekretarisnya, Abdul Gani, mengatakan kegiatan tersebut telah dilakukan sejak awal masa pandemi. “Kita sudah terlibat sejak 24 Maret lalu,” ujarnya.

Keterlibatan itu bertepatan dengan dibentuknya GTPP Covid-19 Kota Kediri. Selain PMI, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Kediri pun terlibat. Namun, ada pembagian tugasnya. PMI mendapat bagian menangani wabah di sektor pendidikan. Sedangkan, tim BPBD bertugas di desa-desa.

“Hampir setiap hari kami bersama KSR melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai lembaga pendidikan di Kota Kediri,” imbuhnya.

Menurut Gani, berbagai lembaga pendidikan tersebut diambil dari jenjang terendah hingga tertinggi. Baik berstatus negeri maupun swasta. Hanya saja, penyemprotan dilakukan sesuai pemetaan daerah. Pada tahap pertama, Gani mengatakan telah menyemprot wilayah Kecamatan Pesantren. Menyusul di Kecamatan Mojoroto dan kecamatan kota.

“Kami ada 12 alat penyemprot. Kami turunkan sesuai dengan kebutuhan dan luasan sekolahnya,” sambung pensiunan guru tersebut.

Pada peringatan hari PMI hari ini (17/9), Gani menyatakan, pihaknya semakin menggencarkan pencegahan penyebaran virus korona. Terlebih, PMI Kota Kediri mendapatkan bantuan pinjaman dua unit mobil gunner yang dimanfaatkan untuk pengabutan disinfektan.

Kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari sejak Senin (14/9). Total, ada 40 relawan yang terlibat dalam pengabutan disinfektan tersebut. “Kalau total KSR kami mencapai seribu orang lebih. Bahkan, untuk yang terlibat dalam palang merah remaja (PMR) mencapai 2,5 ribu orang,” pungkasnya. (tar/ndr)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia