Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Langgar Prokes Langsung Denda

Tak Pakai Masker Kena Rp 50 Ribu

16 September 2020, 17: 36: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

SANKSI TEGAS: Warga yang melanggar protokol kesehatan karena tak mengenakan masker menjalani sidang di tempat kemarin. Foto kanan: Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengikuti operasi yustisi di Jl PB Sudirman, Pare.

SANKSI TEGAS: Warga yang melanggar protokol kesehatan karena tak mengenakan masker menjalani sidang di tempat kemarin. Foto kanan: Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengikuti operasi yustisi di Jl PB Sudirman, Pare. (LU’LU’UL ISNAINIYAH/JPRK)

Share this          

Menekan penyebaran virus korona, tim gabungan meneruskan operasi yustisi di Kota dan Kabupaten Kediri kemarin. Mereka dari kepolisian, TNI, satpol PP, kejaksaan, dan hakim pengadilan negeri. Kali ini pelanggar protokol kesehatan (prokes) langsung disanksi.

Dalam operasi di bundaran Sekartaji, Jl Sudanco Supriyadi, mereka yang tidak mengenakan masker dikenakan denda Rp 50 ribu. Bila tidak membayar akan dihukum kurungan selama tiga hari.

Nilai denda itu tidak sebesar seperti yang ada dalam Perda Provinsi Jatim Nomor 2/2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Bila sesuai perda tersebut denda maksimalnya Rp 500 ribu.

“Kami mengenakan denda memang tidak sesuai undang-undang. Namun dengan rasa kemanusiaan dan kearifan lokal. Jadi hanya Rp 50 ribu,” ujar Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri Hendra Pranomo yang memimpin sidang di tempat.

Petugas menindak 23 orang yang tak memakai masker. Tak hanya pengendara motor. Namun pengemudi mobil pun tak luput dari sanksi ini. Seorang pengemudi sempat protes pada hakim karena tak terima harus pakai masker di mobil. Alasannya, dalam mobil angin atau virus dari luar tidak masuk ke kendaraannya.

Tetapi alasan itu tak dapat diterima. Pelanggar prokes ini tetap saja didenda. “Masih banyak warga tak memakai masker. Ketika terjaring kondisi maskernya tidak dipakai. Setelah turun dari kendaraan, baru dipakai,” ungkap Hendra.

Wakapolresta Kompol Wachid Arifaini menambahkan, tim gabungan melakukan kegiatan ini karena banyak yang belum patuh memakai masker. Operasi yustisi ini akan digelar hampir setiap hari. Rencananya selama sebulan. “Setelah itu dievaluasi untuk meninjau tingkat kedisiplinan masyarakat,” ujarnya.

Operasi yustisi, lanjut Arifaini, dilakukan dua kali sehari. Pagi di jalanan yang ramai dan malam di tempat hiburan yang banyak orang berkerumun. Sehari sebelumnya, pada Senin (14/9) tim gabungan sebatas memberi teguran tertulis pada yang melanggar prokes. Sebanyak 34 orang yang tak memakai masker ditegur dan sebagian disanksi push up.

Sementara itu, tim gabungan Kabupaten Kediri juga melaksanakan kegiatan serupa di Jalan PB Sudirman, Pare. Titik beratnya pada pengguna jalan yang melanggar prokes. Mereka yang tidak memakai masker di jalan itu dihentikan. Kemudian langsung menjalani sidang di tempat.

Sanksinya, denda Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. “Tadi dendanya saya lihat bervariasi nominalnya,” ungkap Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono saat ditemui di lokasi sekitar pukul 10.00 kemarin.

Dari pantauan petugas, menurutnya, masih banyak pengguna jalan yang tidak mengenakan masker. Untuk kegiatan operasi dilakukan berbagai metode. Mulai dari mobile, hunting system, dan operasi yang digelar di tempat.

“Tempat yang dituju adalah yang terdapat banyak orang dan berkerumun. Seperti kafe, pasar, dan jalan raya,” terang Lukman.

Seorang pengendara motor yang tidak memakai masker mengaku lupa. Alasannya, saat itu sedang terburu-buru berangkat bekerja. “Iya ini tadi saya lupa gak bawa. Soalnnya juga keburu mau berangkat kerja,” kata Devi, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare.

Bahkan ada laki-laki yang sedikit menyangkal ketika dipaksa sidang di tempat. Ia berdalih sedang mengemudi di dalam mobil. Sehingga sengaja tidak pakai masker. Karena itu, beberapa petugas memberikan pengertian. Setelah itu, dia menyadari dan mengikuti proses hukum yang sedang dijalankan. (jar/luk/ndr)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia