Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Positif Tambah Lima, Satu Meninggal Dunia Terpapar dari Luar Kota

16 September 2020, 17: 32: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

Positif Tambah Lima,  Satu Meninggal Dunia  Terpapar dari Luar Kota

Positif Tambah Lima, Satu Meninggal Dunia Terpapar dari Luar Kota (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Setelah sempat melandai beberapa waktu lalu, persebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Kediri harus kembali diwaspadai. Pasalnya, jumlah kasus terkonfirmasi positif mengalami peningkatan.

Tak tanggung-tanggung, kemarin, sebanyak lima orang asli Kota Tahu dinyatakan terpapar korona. Bahkan satu di antaranya menambah daftar kasus meninggal dunia akibat virus tersebut.

Kabar kurang mengenakkan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar lewat akun Instagram pribadinya. “Hari ini (kemarin, Red) ada penambahan sebanyak lima kasus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abu menerangkan bahwa kasus ke-165 itu merupakan seorang pria berumur 55 tahun. Yang bersangkutan tercatat merukan warga asal Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto. Ia diduga kuat terpapar virus korona dari luar kota.

Berdasarkan keterangan orang nomor satu di Kota Kediri tersebut, kasus ke-165 ini memang sering melakukan perjalanan ke luar kota. Kegiatan itu rutin dilakukannya karena terkait pekerjaan sehari-hari yang bersangkutan.

“Pekerjaannya sebagai sopir bus luar kota,” imbuh kepala daerah yang hobi bersepeda ini.

Laki-laki kasus ke-165 ini sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Kota Kediri. Namun tak lama. Hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di sana.

Dari data yang dihimpun koran ini, yang bersangkutan juga memiliki penyakit bawaan selain terpapar virus korona. “Memiliki riwayat sakit hipertensi (darah tinggi, Red) dan diabetes,” ungkap Abu.

Kemudian, untuk kasus ke-166 tercatat merupakan seorang perempuan yang berumur 34 tahun. Ia diketahui bertempat tinggal di Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto.

Berdasarkan keterangan Abu, yang bersangkutan diduga kuat tertular dari suaminya yang berada di Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Terpaparnya kasus ke-166 ini turut membawa ayahnya yang telah berumur 69 menjadi kasus ke-167. “Keduanya kini menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya,” tutur wali kota.

Sementara itu, pada kasus ke-168, Abu mengatakan bahwa yang bersangkutan merupakan pria berumur 47 tahun. Ia berdomisili di Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto. Dari keterangannya, ia diduga kuat terpapar setelah melakukan perjalanan ke Malang.

Lalu, kasus ke-169 ini tercatat merupakan istri dari kasus ke-168. Ia ditengarai juga terpapar virus korona saat ke luar kota bersama dengan suaminya.

“Keduanya sekarang sedang dirawat di RSUD Gambiran Kota Kediri,” pungkas Abu. (tar/ndr)

GRAFIS

Kasus Covid-19 di Kota Kediri 

Terkonfirmasi positif               169

Penambahan kasus positif         (+5)

Sembuh                                  127

Meninggal                              9

Penambahan kasus meninggal   (+1)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia