Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pekerja Migran Asal Sawahan Belum Ada Kabar

Terjerat Kasus Melawan Majikan di Singapura

16 September 2020, 14: 25: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

kutipan

kutipan

Share this          

SAWAHAN, JP Radar Nganjuk – Keluarga Parti Liyani kehilangan kabar. Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Keduk, Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan itu terakhir kali dihubungi sekitar seminggu lalu. 

Perempuan 46 tahun itu diberitakan melawan majikannya di Singapura. Kemarin, saat didatangi di rumahnya hanya bisa menemui Kasmi, ibunya. Dengan nada lirih, Kasmi mengaku, belum ada kabar lagi dari anaknya. “Seminggu yang lalu,” ujar wanita 80 tahun ini.

Dia juga masih belum tahu kapan anaknya akan pulang. Pasalnya, dia sendiri malah tidak tahu ada berita anaknya menang melawan majikannya atas kasus dugaan pencurian itu.

Malah Kasmi baru tahu setelah kasus tersebut selesai di persidangan. “Tahu dari Mun (Muntamah, adik Parti Liyani), anak saya,” ujarnya.

Dia mengakui Parti anak yang baik. Selalu mengirimkan uang untuk ibunya yang tinggal bersama cucu dan adiknya di rumah. Namun, diketahui dalam beberapa bulan di tahun ini tidak ada lagi kiriman. “Sampai ada berita (disidang), saya tidak tahu ada masalah apa dengan anak saya di sana (Singapura),” imbuhnya.

Sementara itu, Rifki, cucunya yang berada di rumah menje­laskan bahwa sebelumnya Mun­tamah juga menghubungi Parti melalui telepon sekitar satu minggu yang lalu. Saat itu, diinformasikan bahwa menung­gu kasus selesai baru akan pulang. “Detailnya kurang tahu. Soalnya bapak dan ibu telepon pakai handphone saja. Tidak punya Whatsapp,” terang Rifki.

Memang, kendala komunikasi antara orang tua dan Parti ha­nya sebatas panggilan telepon saja. Dia saat ini masih berada di Singapura dengan kode telepon +65. “Biasanya memang (Parti) yang mulai menelepon,” imbuh Rifki.

Kabar kepulangan dari kasus Parti ini juga belum terkonfirmasi oleh Parti sendiri. Meski sudah dicoba dihubungi, Parti masih belum menjawab panggilan dari Jawa Pos Radar Nganjuk.

Sementara itu, dari pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Kebonagung juga belum ada laporan terkait pemulangan Parti. Kepala Desa (Kades) Supriadi mengatakan, warganya yang menjadi TKI di Negeri Singa itu atau dari pihak keluarga belum ada kontak dengan desa juga. “Tidak tahu kalau dari dinsos dan disnaker. Tapi hingga saat ini (kemarin, Red) belum ada,” terangnya.

Untuk diketahui, Parti Liyani dituduh mencuri barang-barang bekas senilai 34 ribu dolar Singapura milik majikannya, Liew Mon Leong. Dia pun diseret ke pengadilan. Namun, kasusnya selesai dan majelis hakim membuktikan Parti tidak bersalah.

Sebelumnya hakim sempat menuntut Parti karena bersalah. Dia akan dijebloskan di penjara selama 26 bulan. Namun keputusan dicabut dan Parti pun bebas dari tuntutan karena terbukti tidak bersalah atas tuduhan majikannya yang juga memiliki saham di Bandara Group Changi Singapura. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia