Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Dropping Tiga Tangki ke Ngepung

BPBD Minta Warga Tidak Gunakan untuk Mandi

16 September 2020, 13: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

ANTRE: Puluhan warga menyemut menunggu pengisian air bersih di sejumlah tandon Dusun Sendanggogor, Desa Ngepung, Lengkong yang kemarin diisi air oleh BPBD.

ANTRE: Puluhan warga menyemut menunggu pengisian air bersih di sejumlah tandon Dusun Sendanggogor, Desa Ngepung, Lengkong yang kemarin diisi air oleh BPBD. (rekian- radarkediri.id)

Share this          

LENGKONG, JP Radar Nganjuk - Setelah mengirim delapan unit tandon ke Desa Ngepung, Keca­matan Lengkong, Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung Nganjuk tancap gas. Kemarin, tiga tangki air bersih di-dropping untuk meme­nuhi kebutuhan warga yang kekurangan air bersih.

Tiba di lokasi pukul 10.30, pendis­tri­busian air bersih perdana tahun ini berlangsung agak lama. Setidak­nya butuh waktu dua jam untuk menyele­saikan pekerjaan rutin tahunan ini. Total air bersih yang dibawa ke Desa Ngepung sebanyak 15 ribu liter. “Air bersih ini tidak boleh digunakan untuk mencuci apalagi mandi,” ucap Kepala Pelak­sana BPBD Nganjuk Soekonjono.

Lamanya dropping air bersih itu disebabkan karena banyaknya tandon yang harus disalurkan. Dikatakan Soeko, yang diprio­ritaskan adalah delapan tandon milik BPBD. Namun, karena yang dikirim sebanyak 15 ribu liter, maka sisanya disalurkan ke tandon milik warga. Ada belasan tandon yang harus diisi dan dibagi rata. Untuk satu tandonnya, hanya disalurkan seribu liter. 

Sementara itu, Juwiwi, 49, warga setempat mengaku, masih ada sumur yang mengeluarkan air. Jaraknya cukup jauh dari rumah. Kira-kira dua kilometer (km). Lokasi sumurnya ada di tengah hutan. Hanya saja, sumur yang masih bersumber itu sedikit mengeluarkan bau.

Dia memikul sendiri air di tengah hitam tersebut untuk minum ternaknya. “Setiap hari bisa memikul tujuh sampai sepuluh kali. Satu pikulan bawa 60 liter,” ucap pria yang juga ketua RT 06/RW 03 ini.

Karena airnya sedikit me­ngeluarkan bau, Juwiwi selama ini menggunakan air tersebut untuk mandi dan minum ternaknya. Lantaran sekarang sudah ada bantuan air bersih, dia mengaku bisa mengurangi bebannya memikul air dari tengah hutan. 

Selanjutnya, untuk pendisitri­busian air bersih Kalaksa BPBD Soekonjono  sudah menetapkan waktu pengirimannya. “Drop­ping dikirim dua hari sekali, yang berangkat tiga armada. Dua unit truk BPBD dan satu dari PDAM,” bebernya. 

Selama pendistribusian air bersih, anggota dari Koramil dan Polsek Lengkong ikut mengawal. Selain pembagian air bersih berjalan lancar, mereka juga memastikan warga tetap tertib mengenakan masker saat berkumpul. 

Untuk anggaran bantuan air bersih, BPBD Nganjuk sudah mengusulkan Rp 195 juta. Dana tersebut digunakan hingga akhir November nanti. Sebab, selain Desa Ngepung, anggaran tersebut juga digunakan untuk belasan desa lainnya. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia