Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
OBITUARI

Berpulangnya Sosok yang Istiqomah

15 September 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

DEDIKASI TINGGI: KH Abdul Kholiq Ridlwan semasa hidupnya.

DEDIKASI TINGGI: KH Abdul Kholiq Ridlwan semasa hidupnya. (Dok. Ponpes Lirboyo Kota Kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri- Keluarga besar Ponpes Lirboyo kembali dirundung duka mendalam. Kiai H Abdul Kholiq Ridlwan, pengasuh ponpes putri, berpulang kemarin pagi. Sosok istiqomah tersebut wafat saat dirawat di RS Bhayangkara Kota Kediri.

Kabar berpulangnya salah satu keturunan pendiri Ponpes Lirboyo tersebut dibenarkan oleh Ketua PCNU Kota Kediri Gus Abu Bakar Abdul Jalil. “Saya juga mendapat kabar duka tersebut pagi tadi (kemarin, Red),” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Gus Ab tersebut mengatakan bahwa meninggalnya almarhum lantaran sakit. Hanya saja, ia mengaku kurang tahu dengan detil sakit almarhum. Sayangnya, beberapa perwakilan Ponpes Lirboyo juga belum dapat memberikan keterangan terkait hal tersebut.

Berpulangnya Gus Kholiq, begitu almarhum sering disapa semasa hidupnya, diakui Gus Ab meninggalkan duka tersendiri. Sosok ayah empat anak tersebut sangatlah inspiratif dan berdedikasi tinggi. Terutama bagi Ponpes Lirboyo.

“Banyak sifat terpuji dari almarhum yang patut kita contoh. Tapi yang paling utama adalah sifat istiqomah almarhum,” akunya.

Menurut Gus Ab, semasa hidupnya almarhum selalu konsisten mengajar dan membagikan ilmu. Kegiatan yang dilakukan Gus Kholiq tak pernah berada di luar jalur dakwah. Tidak pernah menjalani peran di luar hal tersebut.

“Almarhum tidak pernah terpengaruh berkegiatan di luar ngaji dan ngajar,” sambung Gus Ab.

Gus Ab juga mengaku merupakan salah satu santri dari almarhum. Sosok guru dan panutan tersebut tak bisa dipungkiri sangatlah kharismatik. Apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukannya selalu seirama. Meskipun begitu Gus Kholiq dikenal sebagai orang yang gemar bercanda.

Metode pembelajarannya pun dilakukan tanpa menekan atau membuat santri-santrinya tertekan. Justru sebaliknya almarhum selalu membalut ilmu yang diajarkan dengan sesekali bercanda. Namun sama sekali tidak mengurangi esensi dan materi ilmu itu sendiri. “Cara mengajarnya mudah dipahami,” tandasnya.

Sementara itu, karena Gus Kholiq meninggal di masa pandemi Covid-19, pihak ponpes dan keluarga meminta agar tidak ada takziah ke rumah duka. Pihak keluarga santri, wali santri, dan alumni yang berada di luar kota diharapkan cukup mengirimkan doa dari rumah masing-masing saja.

“Kami dari PCNU Kota Kediri juga akan menggelar tahlilan dan salat gaib untuk almarhum,” pungkas Gus Ab. (tar/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia