Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Siap-Siap Sidang di Tempat

Pemkot Lakukan Rapid Test di Balai Kota

15 September 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

PERINGATAN: Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana ikut memeringatkan warga yang kedapatan tak mengenakan masker saat berlangsungnya operasi Yustisi di Jalan Mayjen Haryono kemarin.

PERINGATAN: Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana ikut memeringatkan warga yang kedapatan tak mengenakan masker saat berlangsungnya operasi Yustisi di Jalan Mayjen Haryono kemarin. (FAJAR RAHMAD/JPRK)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Ini peringatan bagi warga kota yang tak mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Bila tepergok operasi yustisi mereka bisa langsung diseret ke sidang pengadilan. Serta dijatuhi denda hingga Rp 500 ribu.

Peringatan itu disampaikan oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana kemarin (14/9). Di sela-sela memantau aktivitas operasi yustisi yang digelar tim gabungan kemarin, Miko menegaskan bahwa aparat hukum akan segera menerapkan sanksi tegas itu.

“Hari ini (kemarin, Red) kami telah rapatkan dengan pihak kejaksaan bila akan ada sidang di tempat untuk orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” kata Miko.

Dasar hukum yang digunakan dalam operasi yustisi nanti juga lebih tegas. Yaitu Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2020. Melalui perda yang berisi  tentang upaya pencegahan Covid-19 itu aparat memang bisa menindak warga yang tidak memakai masker.

Sidang di tempat bagi pelanggar protokol kesehatan itu akan dilakukan setiap hari. Hingga dilakukan evaluasi lagi untuk mengetahui tingkat kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan.

Kemarin tim gabungan juga mulai menggelar operasi yustisi. Lokasinya di tiga tempat berbeda. Di Jalan Mayjen Sungkono, depan Kantor Pos Kota Kediri, kemudian di Stasiun Kediri, serta di Pasar Selowarih, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota.

Bagi yang melanggar masih belum diberikan sanksi denda. Mereka hanya diberi sanksi teguran tertulis. Warga yang sudah mendapat teguran tertulis itu bila ketahuan melakukan pelanggaran lagi akan langsung kena sanksi denda.

Di Mayjen Sungkono misalnya, petugas langsung mengarahkan warga yang kedapatan tak mengenakan masker ke halaman Kantor Pos. Mereka kemudian digiring menuju meja petugas. Kemudian diberi lembaran peringatan tertulis itu.

Sebagian pelanggar yang berusia muda juga dijatuhi hukuman fisik. Mereka disuruh melakukan push up hingga 25 kali.

 Beberapa warga yang terkena teguran kebanyakan mengaku menyimpan masker itu di saku celana atau bawah jok motor. Ada juga yang beralasan tak mengenakan masker karena baru selesai makan.

“Saya biasanya membawa masker. Namun hari ini saya lupa. Sakit hati saya pada diri sendiri,” ucap Basrul, 47, warga Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, sembari tersenyum kecut.

Sementara itu, Pemkot Kediri kemarin juga menggelar rapid test. Sasarannya adalah para aparatur sipil negara (ASN). Ratusan pegawai antre diambil darahnya di tenda-tenda didirikan di halaman depan balai kota.

Rapid test tersebut sebagai upaya deteksi dini. “Khususnya di lingkungan perkantoran dan pemerintahan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri Fauzan.

Tes acak kemarin berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00. Petugas yang melakukan tes berasal dari dinas kesehatan (dinkes). Sedangkan pesertanya adalah semua pegawai dar satuan kerja yang ada.

Fauzan mengatakan, hasil rapid test tersebut tak akan diekspose. Hasil tes tersebut akan menjadi rujukan untuk melakukan langkah selanjutnya. Termasuk menindaklanjuti dengan tes swab bila ada yang reaktif.

Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 juga dilakukan dengan cara penyemprotan disinfektan di jalanan. Aktivitas itu kemarin dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri bersama tim terkait dan GTPP Covid-19.

“Rencananya kami akan melakukan pengabutan selama tiga hari. Dimulai hari ini (kemarin, Red),” ujar Ketua PMI Kota Kediri Indrakso melalui Sekretaris PMI Kota Kediri Abdul Gani.

Pengabutan hari pertama kemarin dilakukan di kawasan Kecamatan Kota. Rencananya hari ini kegiatan tersebut akan berganti di Kecamatan Mojoroto. Lalu, hari terakhir berada di Kecamatan Pesantren.

Dalam kegiatan tersebut, PMI Kota Kediri menerjunkan dua armada gunner untuk melakukan pengabutan disinfektan di jalan dan titik keramaian. Armada itu sendiri dikatakan Gani memiliki kapasitas tangki 5 ribu liter. “Kami akan berkeliling mulai sekitar pukul 13.00 hingga selesai,” pungkas Gani. (jar/tar/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia