Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
Pasang Tiga Papan di Lahan Seluas 2,2 Hektare

KPK Sita Tanah Taufiq

Verifikasi 1 Aset Lagi, Jadwalkan Penyitaan

15 September 2020, 16: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

DISITA: KPK memasang tiga papan penyitaan di lahan seluas total 2,2 hektare di Desa Putren, Sukomoro, Sabtu (12/9).

DISITA: KPK memasang tiga papan penyitaan di lahan seluas total 2,2 hektare di Desa Putren, Sukomoro, Sabtu (12/9). (iqbal syahroni- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk –Penelusuran aset milik mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuahkan hasil. Sabtu (12/9), lalu komisi antirasuah itu menyita aset tanah seluas 2,2 hektare milik Taufiq di Desa Putren, Sukomoro terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang membelitnya. 

Dalam rilisnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan, aset tanah seluas 2,2 hektare itu terdiri dari sembilan bidang. Dibeli Taufiq pada 2014 lalu senilai Rp 4,5 miliar. “Estimasi nilai aset de­ngan taksiran saat ini sekitar Rp 15 miliar,” tulis Ali kemarin.  

Dalam penyitaan Sabtu lalu, KPK memasang tiga papan penyitaan. Hingga kemarin, papan penyitaan masih berada di tanah yang terletak di tepi ring road Jl Bengawan Solo, Kota Nganjuk tersebut. 

Lebih jauh Ali menjelaskan, penyitaan terhadap aset tanah Taufiq itu dilakukan berdasar izin dewan pengawas. Selain menyita sembilan bidang tanah tersebut, Ali berujar KPK saat ini tengah memverifikasi dugaan kepemilikan aset lainnya di Nganjuk.

Yakni, satu hamparan dengan total empat bidang tanah seluas sekitar satu hektare. Tanah tersebut diduga dibeli tahun 2014 lalu senilai Rp 2,3 miliar. “Estimasi taksiran saat ini sekitar Rp 5 miliar dan akan segera disita,” terangnya. 

Untuk diketahui, sebelumnya KPK telah memeriksa 17 saksi terkait dugaan kepemilikan aset Taufiq di Nganjuk. Pemeriksaan dilakukan secara maraton di Polres Nganjuk pada pertengahan Agustus lalu. 

Agar bisa mengungkap kebera­daan aset Taufiq di Nganjuk, KPK memang sudah melakukan penyidikan selama beberapa tahun terakhir. Setidaknya, pada 2018 lalu KPK pernah memeriksa sejumlah pejabat di Polres Madiun. Selanjutnya, pada 2019 lalu giliran pemeriksaan di Polres Mojokerto.

Selain aset tanah di Desa Putren, Sukomoro, KPK juga sudah menyita aset tanah milik Taufiq di Desa Suru, Ngetos. Berdasar penelusuran yang dilakukan sebelumnya, diduga masih ada aset tanah lagi milik Taufiq di kecamatan lain Kota Angin. 

Pantauan koran ini kemarin, tanah seluas 2,2 hektare yang disita oleh KPK itu masih digarap. Ada beberapa bidang yang ditanami kedelai, bawang merah, dan bidang lainnya baru saja dipanen padinya. 

Kepala Desa Putren, Sukomoro Sumarno yang dihubungi koran ini terkait penyitaan aset Taufiq oleh KPK di wilayahnya menolak untuk berkomentar. “Mohon maaf, saya tidak bisa berko­mentar,” elaknya. 

Meski demikian, sumber koran ini di Desa Putren menyebut, penyitaan aset milik mantan bupati dua periode itu atas sepengetahuan Sumarno. Dalam proses penyitaan, KPK juga ditemani oleh perwakilan warga dan perangkat desa. 

Seperti diberitakan, saat ini Taufiq tengah menjalani huku­man di Lapas Medaeng terkait kasus suap mutasi dan promosi di Pemkab Nganjuk yang mem­belitnya. Selain kasus tersebut, dia juga disangka melanggar pasar 3 dan/atau pasal 4 UU No.8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia