Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Dakwah Online Masjid Nurul Huda Tanjunganom

Tetap Semangat meski Teknik Pembuatan Konten Rumit

15 September 2020, 18: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

SIASATI PANDEMI: Khadziq (kaus hitam) dan Alam (kaus merah) mengedit konten dakwah sebelum diunggah di akun Youtube Masjid Nurul Huda.

SIASATI PANDEMI: Khadziq (kaus hitam) dan Alam (kaus merah) mengedit konten dakwah sebelum diunggah di akun Youtube Masjid Nurul Huda. (iqbal syahroni- radarkediri.id)

Share this          

Pandemi Covid-19 tak menghalangi remaja masjid (remas) dan takmir masjid Nurul Huda Tanjunganom untuk berdakwah. Menyiasati larangan berkerumun, mereka melakukan ngaji daring.

IQBAL SYAHRONI, TANJUNGANOM. JP Radar Nganjuk

Suara orang mengaji terdengar keras dari speaker masjid Nurul Huda di Kelurahan Warujayeng, Tanjunganom, Minggu (13/9) siang. Memasuki kompleks masjid, terlihat anak-anak berbaju koko lengkap dengan sarungnya sedang duduk-duduk di tangga masjid.

Beberapa saat kemudian, dua lelaki yang merupakan anggota takmir masjid Nurul Huda keluar dari dalam masjid. Pria yang tak lain adalah M. Khadziq Dimyati dan Alam Sutawija Suputra itu mengajak koran ini menikmati suasana masjid sembari menunggu waktu Ashar tiba. “Ya seperti ini selama pandemi,” ujar Khadziq.

Meski dilanda wabah, aktivitas di masjid besar itu memang relatif tak berbeda. Mereka hanya melakukan beberapa penyesuaian sesuai protokol kesehatan. 

Penyesuaian itu juga dilakukan dalam hal berdakwah atau mengaji. Kegiatan yang semula dilakukan secara tatap muka itu kini diganti secara online atau dalam jaringan (daring). “Jadi semua tetap bisa berjalan,” lanjut lelaki berambut cepak ini.

Memang, di awal pandemi Covid-19, takmir sempat menghentikan semua kegiatan yang mengumpulkan massa. 

Tetapi mereka sadar jika hal itu tidak bisa dilakukan dalam waktu lama. Dakwah atau pengajian, hingga tilawah harus tetap berjalan. 

Dari beberapa diskusi yang dilakukan, mereka sepakat untuk menggelarnya secara online. Menjelang Ramadan April lalu, kegiatan yang sama sekali baru bagi takmir masjid Nurul Huda itu dimulai. “Kami rutin ngaji online,” urai pria asal Kelurahan Warujayeng. 

Kegiatan tidak dilakukan secara live streaming 100 persen. Melainkan, ada se­bagian yang direkam dan diunggah ke akun YouTube masjid tersebut. Mulai dari ngaji Sore, konten saat bulan Ramadan, tilawatil Alquran, hingga dakwah dan khotbah Jumat juga direkam.

Dengan cara begitu, mereka tetap bisa menebarkan kebaikan kepada sesama umat meski tidak bisa langsung berkumpul. “Untuk ngaji  online selama ini akan dilakukan pada Ahad (Minggu) Pon pagi, dan Sabtu Legi malam, dan Ahad Pahing,” urai lelaki berkaus hitam ini.

Seluruh kegiatan ditangani oleh takmir masjid, dan remaja masjid (remas) Nurul Huda Tanjunganom.Khadziq sendiri biasanya bertugas mengambil gambar. Demikian juga anggota remas lain yang mendapat tugas secara bergantian. “Alham­dulillah, semua tidak gaptek,” terang pemuda berusia 25 tahun itu seraya tertawa.

Apakah ada kesulitan selama proses pembuatan konten? Ditanya demikian, Khadziq dan Alam langsung menggeleng. Selama ini, proses pengambilan gambar, perekaman, hingga pengoperasian alat lain relatif berjalan lancar.

Jika ada kesulitan adalah jumlah tenaga mereka yang berkurang. Khadziq dan timnya membutuhkan lebih banyak personel. Terutama untuk mengatur tetek bengek sebelum pembuatan konten. Misalnya, melakukan check sound, mengatur lighting dan detail lainnya. 

“Kalau menguras tenaga, pasti iya. Belum lagi, setelah pengam­bilan gambar dan video harus dikurasi, dan diedit sebelum nantinya layak tayang atau tidak,” sahut Alam. 

Meski kelelahan, Khadziq, Alam, dan anggota takmir masjid lainnya tak patah arang. Sebab, mereka melakukan kegiatan itu dengan senang hati. Apalagi, masjid seolah sudah menjadi “rumah” bagi mereka. Sehingga, para pemuda ini gembira bisa beraktivitas di sana.

Yang membuat Kadziq dan teman-temannya lebih bersemangat adalah dukungan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Tanjunganom KH Mo­cham­mad Syamsudin. “Alham­dulillah Mbah Yai (KH M. Syamsuddin, Red) sangat men­dukung. Jadi, pekerjaan banyak terbantunya,” bebernya.

Kiai Syamsuddin yang dihu­bungi secara terpisah mengaku mengapresiasi kegiatan positif remas dan takmir masjid Nurul Huda.  “Kegiatan ini (mengaji online, Red) jangkauannya lebih besar,” urai Kiai Syamsuddin. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia