Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Penumpang Bus Tak Terdampak PSBB Jakarta

Belum Pulih, Tiap Hari Capai Ribuan

15 September 2020, 14: 15: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

BELUM TERTIB: Sejumlah penumpang melepas maskernya saat menunggu bus di luar peron terminal Anjuk Ladang kemarin.

BELUM TERTIB: Sejumlah penumpang melepas maskernya saat menunggu bus di luar peron terminal Anjuk Ladang kemarin. (iqbal syahroni- radarkediri.id)

Share this          

Nganjuk, JP Radar Nganjuk –DKI Jakarta mulai member­lakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak kemarin. Meski demikian, jumlah penumpang naik dan turun di terminal Anjuk Ladang belum terdampak. Total ada ribuan orang tiap harinya. 

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk menyebutkan, dalam sehari jumlah penumpang yang naik bus di terminal Anjuk Ladang lebih dari 2.000 orang tiap harinya. “Hari ini (kemarin, Red) ada 2.393 penumpang,” ujar Kepala Terminal Anjuk Ladang Sutiyono. 

Lebih jauh Sutiyono mengung­kapkan, hingga kemarin dampak PSBB yang diterapkan di Jakarta belum berdampak di Kota Angin. Dishub Provinsi Jatim, jelas pria berambut cepak itu, juga belum memberikan kebijakan baru. Demikian juga dari pusat. 

Meski jumlah penumpang mencapai ribuan, menurut Sutiyono jumlah tersebut masih mencapai 50 persen dibanding sebelum korona mewabah. 

Sambungan dari hal 16

Sebelumnya, jumlah penum­pang bisa mencapai dua kali lipat.   Terkait belum pulihnya jumlah penumpang yang naik bus di terminal Anjuk Ladang, menurut Sutiyono hal itu akibat peraturan yang diterapkan. Yakni, terkait pembatasan penumpang di tiap armada. Baik untuk bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP). “Semua pasti menurun,” lanjutnya sembari menyebut total ada 192 bus yang masuk dan berangkat.

Untuk diketahui, jika September ini bus di terminal Anjuk Ladang sudah beroperasi kembali, armada bus sempat dihentikan operasionalnya pada April-Mei lalu. Penghentian operasional tersebut mengikuti penerapan PSBB di Jakarta. 

Selanjutnya, pada minggu pertama Juni armada bus sudah kembali beroperasi. Meski demikian, menurut Sutiyono jumlah penumpang tidak bisa langsung banyak. Perlu waktu selama beberapa minggu hingga penumpang yakin dan mau kembali menggunakan bus.

Sejak Agustus lalu, menurut Sutiyono mulai terjadi pening­katan jumlah penumpang meski belum sebanyak sebelumnya. “Sudah banyak tapi belum pulih,” tandasnya.

Memastikan agar tidak ada klaster Covid-19 dari penumpang bus, Sutiyono menyebut pihak­nya sudah menekankan tentang penerapan protokol kesehatan. Mulai kewajiban memakai masker, cuci tangan di sejumlah titik di terminal, hingga mene­rapkan physical distancing di terminal dan di bus. 

Dia mengakui, terminal meru­pakan tempat yang rawan penularan virus korona. Sebab, kondisi penumpang yang keluar-masuk terminal belum bisa dipastikan. Apalagi, mayoritas penumpang yang naik atau turun di terminal semuanya merupakan pekerja dari luar daerah. “Maka­nya kami perketat pemeriksa­annya,” jelas Sutiyono. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia