Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Ngepung Mulai Krisis Air Bersih

Kirim Delapan Tandon, BPBD Jadwalkan Dropping

15 September 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

SIAP DIDISTRIBUSIKAN: Personel BPBD Nganjuk mengecek stok tandon yang ada di gudang kemarin. Dalam kondisi siaga darurat bencana kekeringan seperti sekarang, BPBD bersiap mendistribusikan tandon ke daerah yang kesulitan air bersih sebelum dilakukan droppi

SIAP DIDISTRIBUSIKAN: Personel BPBD Nganjuk mengecek stok tandon yang ada di gudang kemarin. Dalam kondisi siaga darurat bencana kekeringan seperti sekarang, BPBD bersiap mendistribusikan tandon ke daerah yang kesulitan air bersih sebelum dilakukan droppi (rekian- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Minggu ketiga September ini, Desa Ngepung, Lengkong mulai kesulitan air bersih. Meski masih ada air di sumur warga, sudah dinyatakan tak layak dikonsumsi. Menindaklanjuti hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadwalkan dropping air secepatnya.

Kepala Desa Ngepung Dwiyana Bekti mengungkapkan, sebenarnya masih ada dua tandon air di desanya. Tetapi, jumlah tersebut tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan warga di sana. “Sudah tidak bisa merata,” ujarnya.

Selebihnya, menurut Dwi sebenarnya ada sumur yang masih keluar airnya. Tetapi, setelah dicek dinyatakan tidak layak dikonsumsi. Sebab, selain bau juga mengeluarkan minyak.

Sejauh ini sumur yang bermi­nyak itu hanya digunakan warga untuk mandi dan mencuci saja. Dengan kondisi tersebut, dia berharap BPBD segera mengirim bantuan air bersih ke desanya. “Kami sudah mengirim surat (permintaan bantuan air bersih, Red),” lanjut Dwi.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Nganjuk Soekonjono menuturkan, sehari setelah surat permintaan bantuan air bersih diterima, BPBD langsung melakukan kajian. Tim lapangan melakukan asesmen ke lokasi. Hasilnya, wilayah paling utara Nganjuk itu memang memer­lukan bantuan air bersih.

Soeko tak mengelak bila sumur di Desa Ngepung masih ada yang mengeluarkan sumber air. Namun, air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Karenanya, BPBD akan segera mengirim bantuan air bersih. “Ini rekor. Biasanya (Desa Ngepung, Red) sudah kesulitan air bersih sejak Juli atau Agustus,” terang Soeko.

Lebih jauh Soeko mengung­kapkan, sebelum mengirim air bersih ke Desa Ngepung, BPBD sudah mengirim tandon di delapan titik lokasi warga yang kesulitan air. Terutama, di Desa Ngepung yang paling ujung dan lokasinya di dataran tinggi.

Sesuai hasil asesmen, tutur Soeko, di Ngepung sudah ada tandon milik desa. Jika setelah pengiriman delapan unit tandon tersebut masih dinyatakan kurang, BPBD akan kembali mengirim kekurangannya.

Untuk diketahui, satu tandon bantuan BPBD berkapasitas 1.200 liter. Rencananya, di tahap awal BPBD akan mengirim empat tangki air tiap dua hari sekali. Masing-masing tangki berkapa­sitas 4.500 liter dan 5.000 liter. “Sekali dropping, air yang dikirim mencapai 19 ribu liter,” jelas Soeko.

Sesuai dengan surat keputusan tanggap darurat, bantuan air bersih di Desa Ngepung ini hanya menyasar Dusun Sendanggogor saja. Jumlah orang yang akan dibantu sebanyak 859 jiwa dari 277 kepala keluarga.

Selain Desa Ngepung, total ada 17 desa lain yang rawan terkena bencana kekeringan. Soeko berharap kesulitan air bersih tidak melanda belasan desa tersebut. “Semoga saja desa lainnya tidak kekurangan air bersih,” harapnya. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia