Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Ketika Warga Kota Tetap Bergairah Datangi Perpustakaan

Tren Positif itu Terhadang Korona

14 September 2020, 17: 15: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

TELITI: Kasi Pembinaan Perpustakaan Kota Kediri Dyah Nurwahyuni menata koleksi buku di Perpustakanan Umum Kota Kediri Jumat (11/9).

TELITI: Kasi Pembinaan Perpustakaan Kota Kediri Dyah Nurwahyuni menata koleksi buku di Perpustakanan Umum Kota Kediri Jumat (11/9). (ANDHIKA ATTAR/JPRK)

Share this          

Sebenarnya, target kunjungan selalu bisa dipenuhi setiap tahunnya. Sayangnya, selama pandemi Covid-19 ini tak ada yang datang. Perpustakaan Kota Kediri terpaksa tutup total.

Di era ini minat baca selalu diadu dengan tren generasi milenial yang terikat ke gawai. Generasi yang dianggap lebih suka surfing di dunia maya dibanding datang ke perpustakaan untuk membaca buku. Namun, anggapan seperti itu tak sepenuhnya terbukti. Setidaknya di Kota Kediri. Di kota ini, perpustakaan umum ternyata masih diminati.

Tren Kunjungan Perpustakaan (2019)

Tren Kunjungan Perpustakaan (2019) (ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Setiap tahunnya, Perpustakaan Umum Kota Kediri selalu mencatat jumlah pengunjung yang meningkat. Paling tidak dalam dua tahun terakhir. Target kunjungan juga diklaim selalu tembus dari yang ditentukan. Pada 2019 misalnya, tak kurang dari 69 ribu orang datang ke perpustakaan.

“Dalam seharinya (sebelum pandemi), jumlah kunjungan per harinya sekitar 170 orang,” ujar Kasi Pembinaan Perpustakaan Kota Kediri Dyah Nurwahyuni, saat ditemui koran ini Jumat (11/9).

Jumlah kunjungan tersebut merupakan tren positif. Menunjukkan fakta bahwa masyarakat Kota Kediri masih memiliki minat yang tinggi untuk datang ke perpustakaan. Terlebih untuk warga dengan rentang umur 12 tahun hingga 22 tahun.

Rentang umur itu, menurut Dyah, merupakan kelompok pelajar. Mulai dari siswa SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. Dan itu sangat wajar karena Kota Kediri juga dikenal sebagai kota pelajar. Lebih-lebih, perguruan tinggi juga mulai menjamur saat ini.

“Terlebih untuk perguruan tinggi dengan fokus keperawatan dan farmasi,” imbuh perempuan berkerudung tersebut.

Pihak perpustakaan pun tanggap. Mereka mampu menangkap fenomena tersebut. Yang diikuti dengan upaya melengkapi koleksi buku. Juga memperbanyak kuantitas buku. Terutama di genre ilmu terapan. Terutama buku-buku bertema kesehatan.

Upaya itu sekaligus menjadikan Perpustakaan Umum Kota Kediri mampu menjadi rujukan mahasiswa keperawatan dan farmasi. Mereka akan datang ke perpustakaan untuk mencari referensi bacaan.

“Bahkan, mahasiswa keperawatan dan farmasi di Jombang juga banyak yang ke sini mencari referensi,” tambahnya.

Meskipun peminat dari luar kota meningkat, perpustakaan Kota Kediri tetap memberlakukan peraturan ketat. Pengunjung dari luar kota tidak diperkenankan pinjam untuk dibawa pulang. Mereka hanya diperbolehkan membaca di tempat.

Kebijakan tersebut diambil bukan karena ego kedaerahan semata. Namun berkaca dari banyaknya buku yang dipinjam dan tidak kembali lagi. Angkanya tergolong tinggi. Sekitar 30 persen buku yang dipinjam tidak dikembalikan oleh si peminjamnya.

“Akan lebih susah lagi menagihnya kalau si peminjam dari luar kota,” dalih Dyah.

Belum lagi jika berbicara tentang fisik buku yang rusak setelah dipinjam. Hampir 10 persen buku yang dipinjam dari Perpustakaan Kota Kediri mengalami kerusakan saat dikembalikan. Entah itu rusak ringan, sedang, hingga berat.

Kerusakan buku yang dipinjam juga terjadi di lini perpustakaan keliling yang juga dikelola oleh pihaknya. “Sampai 40 persen malah kalau dari perpustakaan keliling. Alasan kerusakannya pun beragam,” aku Dyah dengan senyum yang dipaksakan. (tar/fud)

Tren Kunjungan Perpustakaan (2019)

Perpustakaan Umum                                  69 ribu kunjungan

Mobil Perpustakaan Keliling                       29 ribu kunjungan

3 Unit Tossa Perpustakaan Keliling             20 ribu kunjungan

Buku paling banyak dibaca

1.    Ilmu terapan (buku kesehatan/farmasi, ekonomi, dan peternakan)

2.    Ilmu sosial (buku materi ajar dan pengayaan)

3.    Fiksi (novel, dongeng, dan cerita anak)

Anggota Perpustakaan Umum            4.320 orang

Total buku dipinjam (setahun)            3.040 eksemplar

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia